Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Chatib Basri Ingatkan Risiko Kenaikan Harga Akibat Pelemahan Rupiah

Views
×

Chatib Basri Ingatkan Risiko Kenaikan Harga Akibat Pelemahan Rupiah

Sebarkan artikel ini
Chatib Basri Dan Luhut
Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Muhammad Chatib Basri.

KOMA.ID, JAKARTA – Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Muhammad Chatib Basri mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai potensi kenaikan harga barang dan jasa sebagai dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Chatib, tekanan terhadap rupiah berpotensi menimbulkan efek lanjutan berupa kenaikan harga-harga yang pada akhirnya paling dirasakan oleh kelompok masyarakat menengah ke bawah.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kami juga menyampaikan bahwa salah satu isu penting yang harus diperhatikan itu adalah kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari pelemahan rupiah karena ini tentu akan berdampak kepada kelompok menengah bawah,” kata Chatib usai rapat Dewan Ekonomi Nasional bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Mantan Menteri Keuangan itu menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif agar tekanan nilai tukar tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang dapat mengurangi daya beli masyarakat.

Selain menjaga stabilitas harga, Chatib juga menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan publik terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Ia menyebut salah satu cara untuk memperkuat kepercayaan tersebut adalah melalui kebijakan efisiensi anggaran yang konsisten dan terukur.

“Apa yang harus dilakukan termasuk juga untuk menumbuhkan masalah confidence, masalah trust kepada pemerintah, salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran,” ujarnya.

Chatib secara khusus menyinggung pentingnya efisiensi dalam pelaksanaan program-program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tengah menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG).(Foto/Istimewa)

Menurutnya, pengelolaan anggaran yang efisien tidak hanya membantu menjaga kesehatan fiskal negara, tetapi juga memberikan sinyal positif kepada pelaku usaha dan investor bahwa pemerintah tetap disiplin dalam mengelola keuangan negara.

Peringatan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap pergerakan nilai tukar rupiah dan dampaknya terhadap harga energi, bahan baku impor, serta berbagai kebutuhan pokok masyarakat yang sensitif terhadap fluktuasi kurs.

Karena itu, Chatib menilai stabilitas makroekonomi, pengendalian inflasi, serta penguatan kepercayaan publik harus menjadi fokus utama pemerintah untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.