Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Komunitas Konsumen Indonesia Ungkap Dampak Kenaikan Tarif Ojol, Begini Katanya

Views
×

Komunitas Konsumen Indonesia Ungkap Dampak Kenaikan Tarif Ojol, Begini Katanya

Sebarkan artikel ini
Ojol ilustrasi
Driver ojek online sedang mengantarkan customer.

Koma.id Kenaikan tarikan ojek online (ojol) pada 29 Agustus dinilai akan berdampak terhadap menurnnya daya beli di masyarakat.

Hal ini diungkapkan Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), David Tobing, Sabtu (27/8/2022).

Silakan gulirkan ke bawah

“Pada akhirnya jika adanya kenaikan tersebut, masyarakat akan mempertimbangkan untuk menggunakan ojek onlie atau bahkan membeli produk-produk yang diantarkan dengan ojek online karena bertambahnya biaya yang akan dikeluarkan,” katanya.

“Dan itu pasti akan berkurang daya belinya dan akan berpengaruh terhadap mitra ojok online, misalnya para UMKM yang menjual makanan dan minuman yang pengantarannya menggunakan ojek online,” tambahnya.

Adapun, David mengatakan bahwa pihaknya dari KKI tidak menyetuji adanya kenaikan tarif ojol tersebut. Hal itu melihat dari kondisi saat ini yang masih dalam tahap pemulihan ekonomi.

“Kami dari KKI tidak setuju adanya kenaikan itu, ya paling tidak dtunda sampai adanya kajian dan perhitungan yang matang,” tegasnya.

Adapun alasan ketidaksetujuan tersebut juga dikarenakan kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan kepada seluruh pihak.

“Sebelumnya kenaikan ini juga sudah ditunda, hal itu kaatanya kurang sosialiasi, nah apakah dalam dua minggu ini ada upaya sosialisasi yang dilakukan Kementerian Perhubungan, itu yang saya pertanyakan,” katanya katanya dalam dalam acara Polemik Trijaya FM dengan topik ‘Mencari Titik Tengah Polemik Kenaikan Tarif Ojek Online’.

Menurutnya, selama ini Kementerian Perhubungan tidak melakukan upaya tersebut dengan mengundang berbagi stakeholder untuk membahas kenaikan tarif ojol.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.