Koma.id – “Nggak, saya kira bukan soal mafia dan tidak mafia”.
Begitu komentar Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan soal adanya mafia minyak goreng di balik masalah kelangkaan dan lonjakan harga beberapa waktu lalu.
Indonesia-China Sepakat Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS
Zulhas mengklaim, kenaikan harga minyak goreng karena melonjaknya harga crude palm oil/CPO yang kemudian direspons pengusaha untuk menjual komoditas itu dengan cepat. Akibatnya, ada keterlambatan dan kekurangan pasokan CPO di dalam negeri.
Sejumlah Titik di Jakarta Gelap Sabtu Malam
“Ini kita mengantisipasi, kemudian DMO mau dilonggarkan. Lalu kurang CPO-nya. Terlambat gitu. Harga bagus kan berkah sebetulnya. Ini harga bagus bukan berkah, jadi masalah. Nah ini yang harus kita urai,” katanya.
Zulhas menegaskan, apa permasalah utama dalam kenaikan harga minyak di pasaran. Ia menargetkan permasalahan harga minyak goreng akan selesai satu sampai dua bulan ke depan.
“Saya sudah tahu, mengapa minyak di pasar-pasar itu mahal. Saya sudah tahu sebab-sebabnya. Sudah kita perbaiki, sudah ada jalan keluarnya, sebulan-dua bulan beres InsyaAllah,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Zulhas juga menargetkan harga minyak goreng curah akan turun ke harga Rp 14.000 per liter dalam sebulan lagi. “Jadi doakanlah, mudah-mudahan minyak goreng curah ini satu bulan, dua bulan kita akan terlaksana Rp 14.000,” pungkasnya.













