KOMA.ID, JAKARTA – Polda Metro Jaya menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, saat pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (1/8/2026).
Pengamanan lalu lintas dilakukan menyusul perkiraan kehadiran sekitar 100 ribu peserta dalam kegiatan yang dipusatkan di kawasan Tugu Monas tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan hingga saat ini belum ada penutupan jalan maupun pengalihan arus. Menurutnya, rekayasa lalu lintas baru akan diterapkan apabila volume kendaraan meningkat dan berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Sejauh ini kita melihat bahwa pengalihan arus lalu lintas ataupun penutupan jalur itu situasional, belum dilakukan. Apabila nanti sudah eskalasi kepadatan arus lalu lintas meningkat, akan ada rekayasa-rekayasa dan itu akan selalu kami update kepada teman-teman dan masyarakat,” kata Budi kepada wartawan di Monas.
Budi menjelaskan, kegiatan zikir dan doa dipusatkan di area Tugu Monas, sedangkan kawasan Monas secara umum tetap dapat diakses masyarakat yang memiliki keperluan lain.
“Jadi kegiatan sekitar Monas itu tetap terbuka bagi masyarakat umum. Nah, terpusat untuk doa dan zikir itu ada di Tugu Monas,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran acara, personel pengamanan dan petugas pengelola parkir telah disiagakan sejak pukul 10.00 WIB. Kepolisian juga telah mengantisipasi kedatangan rombongan peserta dari luar Jakarta, termasuk kemungkinan keterlambatan bus yang membawa peserta.
“Untuk kapasitas tampung itu sudah diperhitungkan, termasuk tadi kami sampaikan, petugas pengelolaan parkir termasuk petugas pengamanan sudah insert dari pukul 10,” kata Budi.
Ia mengimbau masyarakat yang akan menghadiri kegiatan agar datang lebih awal serta mematuhi arahan petugas dan aturan lalu lintas selama berada di sekitar lokasi acara.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang hadir dalam beberapa kegiatan agenda masyarakat untuk bisa hadir lebih cepat, mematuhi peraturan lalu lintas,” ucapnya.
Di sisi lain, Budi juga meminta masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di kawasan Monas dan sekitarnya untuk memilih jalur alternatif. Menurutnya, peningkatan arus kendaraan diperkirakan tidak hanya terjadi di sekitar Monas, tetapi juga dapat berdampak ke sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Jenderal Sudirman, Semanggi, Bundaran HI, hingga kawasan Patung Kuda.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di wilayah-wilayah yang kami imbau tadi dapat untuk menggunakan jalur alternatif lainnya karena beberapa titik kegiatan ini pasti adanya peningkatan arus lalu lintas dan kepadatan jumlah kendaraan,” tuturnya.














