Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Percaya Tak Ikut Ciptakan Kerusuhan, SIAGA 98 Sarankan TNI Bantu Polri Pulihkan Kamtibas

×

Percaya Tak Ikut Ciptakan Kerusuhan, SIAGA 98 Sarankan TNI Bantu Polri Pulihkan Kamtibas

Sebarkan artikel ini
kapolrisertijaboanglimatni_840x576
Kapolri dan Panglima TNI.

JAKARTA – Koordinator SIAGA 98 Hasanuddin mengajak semua pihak untuk tidak semakin memperkeruh suasana, salah satunya adalah dengan melepar tudingan bahwa TNI terlibat dalam tragedi kerusuhan yang terjadi akhir Agustus 2025 kemarin.

“Hampir 27 tahun sejak reformasi 1998, TNI telah membuktikan dirinya mampu mereformasi institusi. TNI tidak lagi terlibat dalam politik praktis dan tetap fokus sebagai garda pertahanan nasional,” kata Hasanuddin dalam siaran persnya, Rabu (10/9/2025).

Silakan gulirkan ke bawah

Maka dengan demikian, tuduhan bahwa TNI aktif dalam operasi cipta kondisi kerusuhan kemarin bisa mencederai nama baik TNI. Terlebih tidak ada bukti secara konkret bahwa TNI ikut menggerakkan kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah tersebut.

“Oleh karena itu, tuduhan yang mencoba mengaitkan TNI dengan kerusuhan baru-baru ini jelas merusak nama baik TNI,” ujarnya.

Terkait dengan sikap Dansatsiber TNI yang menyambangi Polda Metro Jaya untuk mendiskusikan dugaan kasus tindak pidana oleh Founder Malaka Project, Ferry Irwandi, Hasanuddin menilai hal itu wajar. Sebab mereka hanya ingin menjaga nama baik institusi dari dugaan fitnah dan ujaran kebencian yang merebak di publik.

“Munculnya narasi yang menyebut keterlibatan TNI hingga isu darurat militer wajar mendapat reaksi dari TNI, ya hal ini wajar, karena menyangkut kehormatan dan marwah institusi,” tandasnya.

Lebih jauh dari itu, aktivis 98 ini pun menduga bahwa narasi-narasi yang muncul di kapangan publik tersebut bisa jadi memiliki agenda tersendiri, yakni untuk mengganggu stabilitas nasional dan mendiskreditkan pemerintah.

“Kami menilai tuduhan tersebut bukan sekadar mengkambinghitamkan TNI, tetapi lebih jauh merupakan jebakan yang sengaja dibuat untuk merusak nama baik TNI dan memancing TNI kembali ke ranah politik, dengan tujuan menurunkan kredibilitas Presiden Prabowo Subianto,” tuturnya.

Dengan demikian, Hasanuddin mengajak semua pihak untuk semakin menahan diri terhadap derasnya arus propaganda dan narasi liar di media sosial dan ruang publik lainnya. Sembari memberikan saran kepada TNI untuk tidak terlalu reaktif dalam menyikapi dinamika tersebut.

“SIAGA 98 berharap TNI tetap tenang dan tidak terpancing oleh provokasi atau jebakan ini,” sambungnya.

Lebih baik, TNI fokus pada agenda mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara dari ancaman asing, serta ikut membantu Polri meredakan gejolak dan memastikan kamtibmas terkendali.

“Kami juga menyaksikan bahwa setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memperkuat kerja sama POLRI–TNI, situasi keamanan mulai membaik. SIAGA 98 percaya TNI tidak terlibat dalam kerusuhan, apalagi menciptakan situasi darurat sipil maupun militer,” tukas Hasanuddin.

“Sebaliknya, TNI membantu POLRI menjaga dan memulihkan keamanan,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.