KOMA.ID – Pengamat Terorisme, Khoirul Anam menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan dalam hal ini Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan Polri yang berhasil menggagalkan aksi terorisme yang hendak dilancarkan wanita bercadar di depan Istana Negara Jakarta bernama Siti Elina (24) pada hari Selasa (25/10) pagi.
“Kita tentu perlu memberi apresiasi tinggi pada aparat keamanan dalam hal ini Paspampres dan Polri yang sigap mengamankan pelaku sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Anam kepada Koma.id hari ini.
Boni Hargens soal Pengamanan Demo 27 Agustus 2026, Anggap Polri Makin Dipercaya Jaga Keamanan
Anam pun mengajak semua pihak untuk menjadikan aksi Siti Erlina sebagai bentuk kewaspadaan atas potensi munculnya aksi-aksi serupa.
“Kejadian ini sebaiknya juga dijadikan peringatan dini terhadap bahwa penyebaran paham radikal,” ujarnya.
Langkah lainnya adalah bagaimana aparat keamanan, pemerintah dan seluruh stakeholders yang ada meningkatkan edukasi secara masif kepada masyarakat.
“Pemerintah harus lebih aktif melakukan edukasi dan pencegahan radikalisme-terorisme agar ke depan,” tutur Anam.
Lebih lanjut, Anam menilai bahwa aksi yang dilakukan oleh Siti Elina masuk dalam kategori aksi terorisme lone wolf. Pun demikian, aksi tersebut terbilang gagal total.
“Umumnya, serangan yang dilakukan oleh lone wolf memang tidak ‘berhasil’, karena tidak dipersiapkan dengan baik, sangat lemah dalam perencanaan dan eksekusi,” tandasnya.














