Koma.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan mengambil alih pengelolaan porsi saham Indonesia sekaligus utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku operator Kereta Cepat Whoosh. Pengelolaan tersebut akan dilakukan melalui special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan.
Purbaya menegaskan pengalihan pengelolaan utang KCIC tidak serta-merta membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, skema SMV dipilih agar kewajiban utang tetap dikelola secara profesional tanpa langsung menjadi beban fiskal pemerintah.
“Pengelolaannya akan melalui SMV, sehingga tidak langsung menjadi kewajiban APBN,” kata Purbaya, dikutip Kamis (6/8/2026).
Siap-Siap Outsourcing Masuk Era Digital
Ia menjelaskan pemerintah masih memfinalisasi penunjukan SMV yang akan diberi mandat mengelola saham dan kewajiban keuangan KCIC. Nantinya, pembayaran utang akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan SMV yang ditunjuk.
Menurut Purbaya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pembiayaan proyek strategis nasional sekaligus menjaga kesehatan fiskal negara. Pemerintah juga akan memastikan operasional KCIC tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan Kereta Cepat Whoosh.
Sampah Rumah Tangga Disulap Jadi Cuan, Ibu-Ibu Karawang dan Meulaboh Ciptakan Produk Bernilai
Sebelumnya, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) yang kemudian dibiayai melalui tambahan pinjaman. Pemerintah kini menyiapkan skema pengelolaan yang lebih terintegrasi agar kewajiban keuangan KCIC dapat ditangani secara berkelanjutan tanpa memberikan tekanan langsung terhadap APBN.













