Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ragam

Lembaga Wakaf MUI Dorong Kolaborasi UIN Jakarta Tingkatkan Waqif

×

Lembaga Wakaf MUI Dorong Kolaborasi UIN Jakarta Tingkatkan Waqif

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Lembaga Wakaf Mui Di Uin Jakarta
Lembaga Wakaf MUI dan FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dorong penguatan penerimaan dana wakaf.

KOMA.ID, JAKARTA – Pengembangan wakaf produktif membutuhkan jejaring dan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat. Keterlibatan institusi pendidikan, komunitas, hingga dunia usaha dinilai penting untuk memperluas penghimpunan dana wakaf sekaligus meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat.

Wakil Ketua Bidang Organisasi, SDM, dan Digitalisasi Lembaga Wakaf MUI, Imam Marsudi, mengatakan, pembangunan jejaring menjadi salah satu kunci bagi lembaga wakaf untuk memperbesar potensi penghimpunan wakaf.

Silakan gulirkan ke bawah

Hal tersebut disampaikannya saat menjelaskan pentingnya membangun kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk lingkungan pendidikan seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu 28 Oktober 2026.

“Jadi pertama ini dilakukan dalam rangka untuk membangun jejaring, membangun jejaring dengan semua elemen termasuk elemen pendidikan seperti FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. Kenapa jejaring ini menjadi penting, karena tanpa jejaring lembaga wakaf tidak akan menjadi besar. Kita itu tidak akan mendapatkan waqif yang banyak kalau kita tidak membangun jejaring. Jejaring itu kolaborasi ya,” kata Imam.

Menurutnya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan untuk mendukung gerakan wakaf produktif. Potensi tersebut perlu dimanfaatkan melalui keterlibatan berbagai unsur sivitas akademika.

“Yang kedua, kolaborasi yang kita harapkan dengan UIN ini, ini kan UIN ini potensi besar, potensi besar yang kalau dapat kita manfaatkan secara maksimal maka akan besar pula hasilnya, dan semakin kalau berhasilnya besar maka manfaat untuk mauquf ‘alaih juga akan semakin besar,” ujarnya.

Imam menegaskan, tujuan utama pengembangan wakaf bukan semata-mata memperbesar penghimpunan dana, melainkan memastikan dana tersebut mampu memberikan dampak nyata melalui pemberdayaan umat dan masyarakat sebagai mauquf alaih atau penerima manfaat wakaf.

“Nah, tujuan kita apa dalam berwakaf, kan pemberdayaan, pemberdayaan umat, pemberdayaan masyarakat sebagai mauquf ‘alaihnya. Oleh karena itu semakin besar dana wakaf yang kita jaring, maka semakin besar pula manfaat yang akan diterima oleh masyarakat,” tuturnya.

Dia menjelaskan, kolaborasi dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diharapkan tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga dosen dan alumni. Seluruh unsur tersebut dinilai memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam memperluas gerakan perwakafan.

“Jadi lembaga wakaf MUI hadir di sini membangun jejaring dan kemudian berkolaborasi untuk kedepannya dengan UIN. UIN kan bukan hanya mahasiswa, ada dosen ada juga alumninya yang besar. Nah harapannya semua aktivitas akademika ini baik Mahasiswa kemudian dosen dan juga alumninya itu dapat berkontribusi atau berpartisipasi berkolaborasi secara aktif dalam rangka membangun apa dunia perwakafan ini menjadi lebih besar, terutama untuk LW MUI,” jelasnya.

Lebih jauh, Imam menyebut Lembaga Wakaf MUI juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, perusahaan, hingga komunitas masyarakat untuk memperluas kesadaran dan partisipasi dalam berwakaf.

“Kita akan membuka atau berkolaborasi dengan yang lain juga, nanti mungkin dengan UI atau dengan UIN di tempat lain, atau dengan perusahaan, atau dengan komunitas-komunitas yang lain, komunitas sepeda, komunitas mobil dan komunitas apa saja semuanya, akan kita ajak berkolaborasi dalam rangka mengetuk kesadaran mereka di dalam berwakaf,” pungkasnya.

Melalui penguatan jejaring tersebut, pengembangan wakaf produktif diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wakif, mengoptimalkan pengelolaan dana, serta memperluas manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Dengan demikian, wakaf tidak hanya menjadi instrumen filantropi, tetapi juga sarana pemberdayaan umat yang berkelanjutan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.