Koma.id | Lombok – Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan peninjauan lapangan ke pusat penangkaran dan industri benih kentang di kawasan Sembalun, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan potensi serta kualitas produksi benih kentang industri nasional bersertifikat.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menekan ketergantungan pada produk impor sekaligus mendorong kemandirian benih tanaman pangan berbasis varietas unggulan lokal.
Perwakilan Kementan, Endar Hery Susanto, menyatakan bahwa pemantauan langsung di dataran tinggi Sembalun bertujuan untuk mengeluarkan kapasitas produksi benih kentang industri, termasuk varietas Chitra yang dikembangkan oleh PT Agra Intan Makmur Sejahtera (AIMS).

“Kita ingin melihat penangkaran dan industri di dalam negeri untuk memastikan seberapa kesediaan potensi produksi industri benih kentang di dalam negeri. Jadi ke depan harapan kami, impor kentang industri dari luar negeri bisa kita switch (alihkan) ke kentang benih dari dalam negeri,” ujar Endar di Sembalun.
Endar menegaskan, benih yang diproduksi melalui proses sertifikasi resmi memberikan jaminan bersama bagi petani maupun pelaku industri pengolahan makanan. Varietas Chitra sendiri diproyeksikan khusus untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri keripik kentang (keripik).
Dukungan terhadap keberadaan varietas lokal ini juga disampaikan oleh para petani setempat. Ketua Kelompok Tani Kentang Lombok, H. Musnaeli, mengkonfirmasi keunggulan varietas Chitra dibandingkan benih lainnya, baik dari sisi rasa, produktivitas, maupun ketahanan terhadap hama.
“Kalau dari segi rasa, Bibit Chitra bisa dipertanggungjawabkan, kualitasnya dari segi penyakit dan tahanan terhadap hama, di lidah kami lebih bagus yang lokal, tahan akan penyakit, serta produktivitasnya selama ini lebih tinggi. Jadi kami lebih konsen dan komitmen terus menanam dengan benih Chitra dengan pasar yang sudah lebih jelas.” kata Musnaeli.
Melalui penguatan produksi benih bersertifikat di sentra-sentra penangkaran seperti Sembalun, Pemerintah optimistis ketersediaan benih kentang industri dalam negeri mampu menopang kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan.









