Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Islah Bahrawi Harap Seluruh Masyarakat Indonesia Lawan Politisasi Agama

×

Islah Bahrawi Harap Seluruh Masyarakat Indonesia Lawan Politisasi Agama

Sebarkan artikel ini
islah bahrawi
Islah Bahrawi.

KOMA.IDDirektur eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi mengaku mendapatkan pesan dari almarhum Ahmad Syafii Maarif alias Buya Maarif sebelum mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu wafat.

“Sebelum Buya Syafii Maaruf wafat, saya sempat bertemu dengan beliau, ini yang menjadi amanat dari wali ilmu menurut saya,” kata Islah dalam diskusi online yang digelar oleh Lingkar Diskusi Indonesia, Kamis (7/7/2022).

Silakan gulirkan ke bawah

Pesan yang ia terima adalah bagaimana ia harus menjadi orang yang concern melakukan perlawanan terhadap upaya politisasi agama, khususnya di Indonesia.

“Beliau berkata, yang merusak tatanan sosial semua agama itu adalah politisasi agama, kamu istiqomahnya di situ, suarakan perlawanan pada politisasi agama. Ini semacam amanat dan wasiat pada saya,” ujarnya.

Sampai saat ini pun, Islah mengatakan akan terus melakukan perlawanan terhadap siapapun yang berupaya melakukan politisasi agama. Karena ia menilai bahwa praktik politisasi agama ini adalah bentuk cikal bakal perpecahan di antar masyarakat.

“Akhirnya, saya betul-betul anti pada polisasi agama, karena saya meyakini secara empirik dan historis tentang bagaimana jahatnya polisasi agama itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, tokoh pemuda asli Madura itu mengingatkan, bahwa konflik besar yang pernah ada di dalam agama adalah adanya politisasi agama. Bahkan meninggalnya para sahabat seperti Ali bin Abi Thallib dan sebagainya mayoritas disebabkan dengan praktik politisasi agama tersebut.

“Bahwa bagaimana pembunuhan sesama umat Islam, bagaimana umat islam membunuh pemimpin yang dinilai suci, itu berawal dari politisasi agama. Ada sayyidina Umar, sayyidina Utsman, sayyidina Ali, sayyidina Husein dan sebagainya,” tandas Islah.

Dan ia juga memberikan penekanan, politisasi agama tidak hanya bisa dilakukan oleh umat Islam saja, bahkan semua agama juga bisa berpotensi memicu konflik sejenis.

“Kejahatan-kejahatan atasnama agama bisa dilakukan oleh pemeluk agama manapun. Kalau mau kita ingin Indonesia tentram dan Pancasila tetap terawat, jauhi politisasi agama, kita jangan pilih mereka yang tunggangi agama untuk mencari kemenangan,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.