Koma.id – Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan bahwa HUT ke-50 PDIP akan menjadi momentum bagi Mega untuk melakukan konsolidasi internal dalam persiapan menghadapi Pemilu 2024.
Menurutnya, PDIP akan berupaya untuk menguatkan kembali tiga pilarnya yaitu eksekutif, legislatif, dan partai.
“[HUT ke-50] ini lebih kepada konsolidasi internal karena mereka punya target menang tiga kali, itu tentu tidak mudah. Sehingga, mereka akan lakukan konsolidasi ke dalam untuk memperkuat semua lini yaitu eksekutif, legislatif dan partai itu sendiri. mereka mau sinergikan itu,” ucap Jamiludin pada Selasa (10/1/2022).
Megawati juga disebut akan memberikan kejutan saat peringatan HUT ke-50 PDIP. Namun Jamiludin pesimis kejutan itu akan berupa pengumuman nama kandidat capres-cawapres yang bakal diusung di Pemilu 2024 di acara HUT ke-50 PDIP.
Menurutnya, masih ada pertaruhan yang harus dipertimbangkan Mega secara matang sebelum menentukan hal tersebut.
Survei Median KDM dan Anies Buntuti Prabowo
Salah satunya, Jamiludin berkata, soal kelanjutan trah Sukarno di tubuh PDIP yang terancam hilang bila PDIP memutuskan mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres 2024.
Meskipun Ganjar merupakan kandidat capres 2024 dari PDIP dengan elektabilitas tertinggi, menurutnya kelangsungan trah Sukarno di tubuh PDIP terancam karena Ganjar lebih memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo.
“Ini pertaruhan isu lama terkait menjaga kelangsungan trah Soekarno. Sebetulnya dari segi elektabilitas seharusnya PDIP akan usung Ganjar, namun Ganjar ini kan kemungkinan dinilai Mega lebih loyal ke Jokowi dibandingkan ke dia,” ucapnya.
“Jadi menurut dia [Mega], kalau Ganjar itu yang dijadikan capres ada kemungkinan bisa gusur trah Sukarno. Itu yang tidak diinginkan Mega, itu kegamangan Mega yang saya lihat,” tandasnya.













