Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaHukumNasional

Bareskrim Pastikan Pendalaman Kasus Narkotika Kepri Berlanjut

×

Bareskrim Pastikan Pendalaman Kasus Narkotika Kepri Berlanjut

Sebarkan artikel ini
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso

Koma.id | Batam – Bareskrim Polri memastikan penyelidikan terhadap kasus penyelundupan narkotika melalui jalur laut di Kepulauan Riau (Kepri) tidak berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan. Polisi kini memburu aktor intelektual yang diduga mengendalikan jaringan internasional dari luar negeri.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, mengatakan pengungkapan kasus narkotika di Kepri merupakan bagian dari penyelidikan berkelanjutan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Prinsip penyelidikan adalah berkelanjutan. Apa yang kita temukan hari ini merupakan hasil pengolahan data sebelumnya, dan hasil pendalaman akan menentukan langkah berikutnya,” ujarnya di Batam, Selasa (01/09).

Dalam sebulan terakhir, aparat menggagalkan tiga kasus besar penyelundupan narkotika:

Ketamin sendiri merupakan obat anestesi medis yang kini marak disalahgunakan sebagai narkoba karena efek halusinasi dan sensasi melayang.

Eko menegaskan kasus-kasus tersebut menunjukkan keterlibatan jaringan internasional. “Awak kapal, pergerakan, lintasan semua berada di lautan internasional. Karena itu, kami perlu bekerja sama dengan aparat penegak hukum di negara lain,” jelasnya.

Bareskrim kini berkoordinasi dengan mitra penegak hukum di Malaysia, Singapura, China, dan sejumlah negara lain untuk menelusuri aktor yang diduga berada di balik pengendalian jaringan.

Menurut Eko, jaringan penyelundupan menggunakan pola komunikasi terputus. Instruksi kepada awak kapal bisa diberikan secara bertahap, bahkan setelah kapal berada di tengah perjalanan.

“Kadang mereka dikendalikan, terputus, menunggu beberapa menit, baru diarahkan ke tujuan berikutnya,” katanya.

Bareskrim menegaskan pendalaman kasus masih berlangsung. Polisi tidak hanya mengejar pelaku di lapangan, tetapi juga berupaya mengungkap pihak yang mengendalikan peredaran narkotika dari balik layar.

“Kalau kita lakukan pendalaman terus ke depan dan ada kemungkinan intercept, akan kita lakukan,” tegas Eko.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.