Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Hasil Kongres III, Projo Bakal Ubah Logo

×

Hasil Kongres III, Projo Bakal Ubah Logo

Sebarkan artikel ini
Budi Arie Projo
Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi.

KOMA.ID, JAKARTA – Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa pihaknya akan mengganti logo Projo saat ini dengan logo baru. Di mana saat ini, logo organisasi relawan garis keras Joko Widodo tersebut menggunakan siluet wajah Presiden ke 7 itu.

“Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan memuja figur tertentu,” kata Budi Arie du tengah Kongres ke III Projo di Jakarta Pusat, Minggu (2/11/2025).

Silakan gulirkan ke bawah

Keputusan perubahan logo tersebut merupakan bagian dari hasil Kongres ke III mereka. Sekaligus berupaya menganulir asumsi publik bahwa Projo singkatan dari Pro Jokowi. Padahal menurutnya, Projo merupakan bahasa sansekerta.

“Media saja yang kemudian menyebut Projo itu Pro Jokowi, karena mudah dilafalkan,” ujarnya.

Ia membantah bahwa Projo merupakan singkatan dari kata Pro Jokowi. Ia menyatakan jika kata Projo diambil dari bahasa Jawa Kawi yang berarti Rakyat.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa ProJo dibentuk oleh Budi Arie Setiadi untuk mendukung kampanye Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada Pilpres 2014 silam. Projo deklarasikan melalui Kongres I pada tanggal 23 Desember 2013.

Sebelum akhirnya pengusungan Jokowi sebagai Calon Presiden di Pilpres 2014, Projo disebut sempat ingin mendorong Megawati Soekarnoputri untuk maju dalam bursa Pilpres, namun faktanya data survei banyak menyebut jika Jokowi dianggap menjadi representasi masyarakat untuk menjadi Calon Presiden kala itu.

Lantas, Projo pun menggunakan siluet Jokowi sebagai logo utama mereka dan menggunakan warna merah yang identik dengan PDI Perjuangan. Seiring berjalannya waktu, Projo menjadi loyalis dan die hard Joko Widodo dalam kontestasi maupun kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo tersebut.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.