Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Gegara Sakit Hati, Toilet Ikut Jadi Produk Hoax Novel Baswedan

×

Gegara Sakit Hati, Toilet Ikut Jadi Produk Hoax Novel Baswedan

Sebarkan artikel ini
Gegara Sakit Hati, Toilet Ikut Jadi Produk Hoax Novel Baswedan

Koma.id – Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto menyayangkan sikap mantan penyidik KPK Novel Baswedan yang dianggapnya masih menyimpan rasa sakit hati akibat gagal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Bahkan, akibat dari itu Novel tega membangun hoax yang mengaitkan soal toilet. Tepatnya, klaim Novel mengenai dirinya pernah ditemui Ketua KPK Firli Bahuri di toilet dan diminta untuk tidak terus menyerang KPK pada tanggal 25 November 2020 lalu.

Silakan gulirkan ke bawah

Padahal, faktanya pada tanggal yang sama seperti yang diklaim Novel, sejatinya Ketua KPK RI Firli Bahuri sedang bertugas di Kalimantan Utara.

“Bagaimana Novel Baswedan mengatakan bahwa tanggal 25 November 2020 ada Firli Bahuri sedangkan ada beberapa fakta link pemberitaan dan foto yang menunjukkan Ketua KPK RI sedang diluar Jakarta,” kata Hari, Jumat (8/7/2022).

Hasil penelusuran dan investigasi SDR, menunjukan Firli Bahuri posisinya sedang ada di Kaltara dan menghadiri 2 acara di sana. Bahkan ada pemberitaannya di media. Untuk itu, Hari memastikan apa yang disampaikan Novel hanyalah karangan cerita fitnah.

“Firli menghadiri 2 acara yaitu pertama, dialog publika yang difasilitasi oleh DPMPTSP Kalimantan Utara. Kedua, Rapat koordinasi pemberantasan korupsi terintegrasi penyelamatan aset dan optimalisasi pendapatan asli daerah dan Penyerahan Sertifikat Tanah Pemerintah Daerah dan PLN di Provinsi Kalimantan Utara yang digelar di Gedung Gabungan Dinas Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Tanjung Selor,” ucap Hari.

Hari menekankan, percuma Novel terus menyerang KPK dengan berbagai tudingan dan firnah. Pasalny, berbagai fitnah membabibuta itu tidak berefek kepada eksistensi KPK yang masih dipercayai rakyat untuk terus mebrantas praktik korupsi di republik ini.

“Pantas saja Novel Baswedan tidak lolos TWK karena cerminan dari dirinya adalah hoax, fitnah dan kebohongan. Tentunya kalau soal toilet itulah cerminan diri dari Novel Baswedan,” pungkas Hari.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.