Koma.id– Pertarungan seru dan panas kembali terjadi dalam debat calon wakil presiden (Cawapres) dalam rangkaian Pilpres 2024. Kali ini, tiga cawapres yakni Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD, bertarung memaparkan visi mereka seputar tema ekonomi, keuangan, investasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-APBD, infrastruktur, dan perkotaan.
Tema utama yang menjadi sorotan dalam debat kali ini adalah proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pada seri kedua debat Pilpres, ketiga cawapres ini memasuki perdebatan sengit terkait IKN, yang dianggap sebagai proyek megaproject yang akan menjadi penentu arah pembangunan Indonesia ke depan.
Gibran, memulai serangan dengan menyebut bahwa anggaran IKN tidak sepenuhnya ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pernyataan ini langsung memancing reaksi keras dari pihak lawan, khususnya Mahfud MD, yang menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada investor yang berkomitmen untuk proyek tersebut.
Haris Moti: Tuntutan Aksi 27 Agustus Sejalan dengan Kebijakan Prabowo, Waspadai Provokasi
Namun, Muhaimin Iskandar, pasangan dari calon presiden Anies Baswedan, tidak ketinggalan memberikan kontribusi dalam debat. Ia menyatakan komitmen untuk membangun tidak kurang dari 40 kota baru sebagai bagian dari agenda pembangunan Indonesia yang lebih inklusif.
Salah satu momen menarik dalam debat ini adalah saat Gibran menantang Muhaimin Iskandar dengan pertanyaan tajam tentang State of the Global Islamic Economy (SGIE). Muhaimin sempat terlihat kerepotan dalam menjawab pertanyaan tersebut, hal ini juga menciptakan ketegangan dan penasaran di antara para pemirsa.














