Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Doli Kurnia Baca Sinyal Pilpres 2029 Mulai Menguat: Ada Poros Solo dan Cikeas

×

Doli Kurnia Baca Sinyal Pilpres 2029 Mulai Menguat: Ada Poros Solo dan Cikeas

Sebarkan artikel ini
Rapat Kerja Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

KOMA.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai atmosfer politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai terasa. Sejumlah kekuatan politik disebut mulai menunjukkan sinyal dan melakukan ancang-ancang menghadapi kontestasi politik lima tahunan tersebut.

Doli menyoroti dua kekuatan politik yang menurutnya mulai memperlihatkan gerak politik, yakni apa yang dia sebut sebagai “Poros Solo” dan “Poros Cikeas”.

Silakan gulirkan ke bawah

“Poros Solo” dikaitkan Doli dengan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi. Sementara “Poros Cikeas” disebut merepresentasikan Partai Demokrat dan Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menariknya, kedua kekuatan tersebut saat ini masih berada di dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Doli mengatakan, meski masih menjadi bagian dari pemerintahan, sinyal menuju persiapan Pilpres 2029 mulai terlihat dari masing-masing kekuatan politik tersebut.

“Budi Arie yang mewakili satu ‘poros politik’ (Solo) sudah terang benderang menyatakan kesiapannya, sekarang kita menyaksikan satu lagi ‘poros politik’ (Cikeas) ikut memberikan sinyal yang kuat. Padahal kedua poros ini sedang bersama-sama berada ‘satu kapal’ di dalam pemerintahan,” kata Doli, dikutip Selasa (8/9/2026).

Menurut Doli, sinyal dari “Poros Cikeas” salah satunya terlihat dari pernyataan AHY. Ia membaca ada indikasi bahwa AHY mulai membuka ruang untuk masuk dalam bursa kandidat Pilpres 2029.

Penilaian itu, kata Doli, muncul dari cara penyampaian, gestur, hingga posisi politik AHY dalam menyampaikan sikapnya.

“Fenomena seperti itu semakin menguatkan bahwa ternyata ‘magnet’ pilpres mendatang tak bisa terhindarkan lagi dan semakin terbuka. Sepertinya beberapa kekuatan sudah mulai pasang kuda-kuda,” ujarnya.

Di tengah munculnya sinyal dari sejumlah kekuatan politik, Doli justru mempertanyakan sikap kelompok politik lain yang ia juluki “Poros Teuku Umar”, yang merujuk pada PDI Perjuangan (PDIP).

Ia menilai, hingga kini belum terlihat pernyataan atau sinyal yang sekuat dua poros yang sebelumnya ia soroti.

“Memang menjadi agak unik, bila dalam waktu dekat, salah satu ‘poros politik’ penting lain (Teuku Umar), tidak kunjung menyatakan siap bertarung pada Pilpres 2029,” kata Doli.

Meski membaca adanya dinamika menuju Pilpres 2029, Doli menegaskan Golkar tidak mempersoalkan langkah politik yang dilakukan partai maupun kelompok politik lain.

Menurut dia, setiap partai memiliki kewenangan penuh untuk menentukan agenda dan strategi politiknya masing-masing.

“Partai Golkar, tentu kami menghormati apa yang menjadi agenda, sikap, keputusan, dan langkah setiap partai politik. Itu adalah kedaulatan dan otoritas masing-masing partai politik,” ujar Doli.

Doli memastikan Golkar untuk saat ini belum mengubah orientasi politiknya. Partai berlambang pohon beringin tersebut masih menempatkan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai prioritas.

Ia mengatakan Golkar akan terus membantu pemerintah menjalankan berbagai program yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami saat ini tetap fokus untuk membantu mensukseskan seluruh program pemerintahan Prabowo-Gibran. Kami membantu sekuat tenaga agar rakyat bisa segera keluar dari masalah yang dihadapi,” imbuhnya.

Pernyataan Doli menunjukkan bahwa dinamika menuju Pilpres 2029 mulai muncul lebih awal, meski sejumlah partai politik masih memilih berkonsentrasi pada agenda pemerintahan dan belum secara resmi menentukan arah pencalonan maupun koalisi.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.