Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasionalPolitik

293 Santri Ponpes Manbaul Hikam Diduga Keracunan Usai Santap MBG

×

293 Santri Ponpes Manbaul Hikam Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sebarkan artikel ini
Images 46

Koma.id Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke lingkungan pesantren tersebut. Insiden ini terjadi pada Senin (1/9/2026), saat gejala mulai muncul setelah salat Zuhur dan semakin meluas menjelang waktu Asar, hingga sejumlah besar santri dilarikan ke pelayanan kesehatan menjelang waktu Magrib.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, membenarkan terjadinya peristiwa itu dan mengonfirmasi jumlah korban sudah mendapat penanganan medis.

Silakan gulirkan ke bawah

“Ada 293 santri dirawat di delapan rumah sakit,” kata dr Lakhsmie.

Saat insiden berlangsung, puluhan ambulans berulang kali keluar-masuk lingkungan ponpes untuk membawa santri yang mengalami keluhan kesehatan ke sejumlah rumah sakit dan Puskesmas di sekitar Sidoarjo.

Merespons peristiwa tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah di wilayah Tanggulangin yang menyalurkan makanan tersebut. Ia juga memberi peringatan tegas terkait kelayakan operasional penyediaan makanan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Sekretaris Daerah Adhy Karyono menyatakan akan memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap seluruh dapur SPPG pelaksana program MBG. Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan bersama Satgas MBG Jawa Timur guna mendalami akar penyebab dugaan keracunan massal tersebut.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memperketat pengawasan dan pengecekan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dilakukan menyusul kasus ratusan santri yang diduga mengalami keracunan makanan.

“Sebagai pemerintah, ini terjadi kesekian kalinya tentu sangat prihatin. Oleh karena itu, Satgas sedang melakukan pendalaman dan sudah melaporkan kepada BGN untuk bisa menindaklanjuti penyelidikan terkait faktor penyebab keracunan tersebut,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jawa Timur akan memanggil seluruh pengusaha dan pengelola dapur SPPG se-Jawa Timur untuk melakukan pengecekan ulang kepatuhan terhadap seluruh ketentuan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan makanan.

“Pertama setelah konsolidasi kita memanggil seluruh pengusaha dapur, pengelola dapur. Kemudian memastikan kembali apakah aturan-aturan sudah ditaati dan SOP dari pengelolaan masak, dapur, dan semua aturan sudah ditaati atau belum,” kata Adhy.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.