Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Madia Wahyudi Askar Sindir Respons Pemerintah soal Kabinet Bayangan: Masa Takut dengan 15 Orang?

×

Madia Wahyudi Askar Sindir Respons Pemerintah soal Kabinet Bayangan: Masa Takut dengan 15 Orang?

Sebarkan artikel ini
Media Wahyudi Askar Koma
Direktur Kebijakan Publik dan Keadilan Fiskal di CELIOS (Center of Economic and Law Studies) sekaligus dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM) Media Wahyudi Askar.

KOMA.ID, JAKARTA – Inisiator sekaligus Menteri Perekonomian Kabinet Bayangan, Madia Wahyudi Askar, mempertanyakan respons sejumlah pihak di pemerintahan yang dinilainya berlebihan terhadap pembentukan kelompok tersebut. Menurutnya, apabila Presiden Prabowo Subianto beserta para menterinya memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai, tidak ada alasan untuk merasa khawatir dengan keberadaan 15 orang yang membentuk kabinet bayangan.

“Kalau betul Pak Prabowo suka membaca, kalau betul memang menteri-menteri itu memahami bahwa mereka punya pengalaman panjang, harusnya ini nggak perlu mereka takutkan. Ayolah masa takut sama 15 orang,” kata Madia dalam keterangannya saat podcast bareng Bocor Alus Tempo.

Silakan gulirkan ke bawah

Madia menilai, jika benar pemerintah merasa terancam oleh kabinet bayangan, kondisi itu justru memunculkan pertanyaan mengenai kekuatan dan kompetensi pemerintahan saat ini.

“Tapi ini menarik juga kalau sampai pemerintah takut dengan 15 orang ini, jangan-jangan mereka memang selemah itu, jangan-jangan memang ekonomi kita lemah ya gara-gara mereka yang seratusan orang tadi yang tidak kompetennya,” ujarnya.

Direktur Kebijakan Publik dan Keadilan Fiskal di CELIOS (Center of Economic and Law Studies) ini juga menjelaskan, pembentukan kabinet bayangan bukan sekadar untuk menyampaikan kritik melalui tulisan, melainkan menghadirkan alternatif gagasan yang dapat dinilai langsung oleh masyarakat.

“Saya kira oktafnya juga sudah kita naikkan. Hari ini kita tidak lagi menulis, kita sampaikan ke publik,” ucapnya.

Madia juga mengajak kalangan akademisi, aktivis, tokoh masyarakat, hingga warganet untuk lebih aktif menyampaikan pandangan terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah tidak seharusnya hanya datang dari segelintir orang.

“Saya kira kita juga ingin memancing Profesor di universitas-universitas itu juga speak-up, aktivis, masyarakat adat, tokoh-tokoh agama juga speak up. Ayolah, masa hanya 15 orang ini yang terpanggil kemudian berani pasang badan. Jangan. Ada ribuan orang jutaan orang yang seharusnya juga speak up, bahkan netizen,” tutur dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah polemik pembentukan Kabinet Bayangan yang belakangan menjadi sorotan publik. Kelompok tersebut menyatakan ingin menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan alternatif kebijakan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Istana yang menyebut pemerintah “takut” terhadap keberadaan kabinet bayangan. Sejumlah pejabat sebelumnya hanya memberikan tanggapan dan kritik terhadap pembentukan kelompok tersebut. Dengan demikian, pernyataan Madia merupakan pandangan dan penilaiannya sendiri, bukan fakta yang telah dikonfirmasi mengenai sikap resmi pemerintah.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.