Koma.id – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengingatkan soal bahayanya polarisasi di tengah masyarakat menjelang penyelenggaraan Pemilu 2024. Pasalnya, kondisi itu dapat menimbulkan perpecahan sesama anak bangsa.
“Kondisi keamanan, ancaman polarisasi. Tentunya, pengalaman 2019 tidak boleh terjadi lagi, tidak boleh pakai politik identitas,” ujar Listyo dalam penutupan Konsolidasi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dilansir, Jumat (9/9/2022).
Sigit menekankan, visi misi setiap calon yang ikut bertarung dalam panggung politik Pemilu 2024 mendatang, juga harus diperkuat dan jangan menyebabkan perpecahan.
Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
“Yang harus kita jaga pada 2024 adalah bagaimana masing-masing calon bisa melaksanakan adu program kerja yang positif. Jadi, hal-hal yang berpotensi menimbulkan perpecahan tolong ditinggalkan,” ucapnya.
Kapolri meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 mempersiapkan diri, termasuk dari kepolisian daerah setempat, bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Yang harus kita lakukan, bagaimana mendorong agar Pemilu 2024 bisa berjalan dengan baik, aman, damai walaupun berbeda pandangan atau pilihan. Berbeda bukan berarti kita harus bermusuhan, itu tidak boleh,” tutup Kapolri.













