KOMA.ID, JAKARTA – Pegiat media sosial Dede Budhyarto mengkritik pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea yang menyeret nama Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pembelaan terhadap Febrie Adriansyah dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Melalui akun media sosial X miliknya, @kangdede78, Dede menilai langkah Hotman justru menjadi kesalahan besar karena mengaitkan proses hukum dengan kedekatan kliennya terhadap Presiden.
Menurut Dede, penyebutan Febrie sebagai “tangan kanan” atau “kebanggaan Presiden” berpotensi mempolitisasi perkara hukum yang tengah menjadi sorotan publik.
“Hotman Paris ‘BLUNDER’ besar dengan menyeret nama Presiden dalam konferensi pers Febrie Adriansyah. Sebut Febrie sebagai ‘tangan kanan’ atau kebanggaan Presiden yang dikriminalisasi tanpa pamit justru mempolitisasi kasus korupsi ini,” tulis Dede Budhyarto dalam unggahannya.
Dede menilai, sebagai advokat senior, Hotman semestinya lebih mengedepankan argumentasi hukum daripada membangun narasi mengenai hubungan kliennya dengan kepala negara.
BaraNusa Dukung Polri dan Kejagung Usut Tuntas Kasus Febrie Sambil Kritik Pernyataan Hotman Paris
Menurutnya, pembelaan terhadap klien seharusnya berfokus pada alat bukti, prosedur hukum, maupun fakta-fakta yang dapat diuji dalam proses peradilan.
“Padahal sebagai lawyer mahal kelas tinggi seharusnya fokus pada bukti, bukan narasi kedekatan elite,” lanjutnya.
Dede juga berpandangan bahwa strategi komunikasi tersebut justru dapat memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Ia menyebut publik saat ini semakin kritis dalam menilai berbagai dinamika penegakan hukum, sehingga narasi yang mengaitkan perkara dengan elite politik berpotensi menimbulkan kecurigaan.
“Langkahnya malah bikin publik makin curiga ada spin di baliknya. Drama hukum elite semakin kentara, rakyat sudah peka pola ‘buka-tutup’ seperti ini,” tulis Dede.
Sebelumnya, dalam konferensi pers usai ditunjuk sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah, Hotman Paris mempertanyakan penetapan tersangka terhadap kliennya. Ia menyebut Febrie sebagai sosok yang menjadi “tangan kanan” sekaligus “kebanggaan Presiden” karena dinilai berkontribusi dalam pengembalian kerugian negara.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari Hotman Paris maupun pihak Febrie Adriansyah terkait kritik yang disampaikan Dede Budhyarto tersebut.













