Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Ketum Partai Ummat Tantang Teddy Polisikan Amien Rais Jika Tak Terima

Views
×

Ketum Partai Ummat Tantang Teddy Polisikan Amien Rais Jika Tak Terima

Sebarkan artikel ini
Ridho Rahmadi
Ketua Umum DPP Partai Ummat, Ridho Rahmadi.

KOMA.ID, JAKARTA – Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, menanggapi pernyataan Amien Rais di kanal YouTube pribadinya terkait kedekatan Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Ridho menyatakan bahwa pihak yang merasa dirugikan dipersilakan menempuh jalur hukum.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kalau ada yang merasa dirugikan, silakan saja untuk menempuh jalur hukum sebagaimana dijamin di negeri ini. Kita tidak bisa membatasi hak mereka untuk menggunakan haknya,” kata Ridho, Sabtu (2/5/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan agar proses hukum tidak dijadikan sebagai alat kepentingan politik tertentu. Ia tak setuju jika hukum nantinya hanya sekadar demi memenjarakan ayah mertuanya itu.

“Tetapi jangan sampai hukum digunakan sebagai alat pukul politik yang tebang pilih sesuai selera kekuasaan,” tambahnya.

Pernyataan mengejutkan diungkapkan Amien Rais, eks Ketua MPR RI. Menurut Amien, Teddy Indra Wijaya seorang gay. Melalui akun YouTube Amien Rais Official, yang diunggah Kamis 30 April 2026, Amien menyebut Teddy sebagai kaum Nabi Luth.

“Berdasarkan pendapat dan opini masyarakat yang bisa kita pantau, ternyata Teddy itu seorang gay,” kata Amien Rais.

Amien mendasarkan pendapatnya pada pendapat dan opini publik, bahwa hubungan Prabowo dengan Teddy sudah offside.

“Dua tokoh ini bukan saja akrab dalam hubungan kerja, yang satu sebagai Presiden, dan yang lainnya Sekretaris Kabinet,” jelasnya.

Bahkan, katanya, Titiek Prabowo sempat menyindir hubungan itu dengan lagu “Cinta Segitiga” yang liriknya sangat mencegangkan.

“Engkau tinggalkan aku demi laki-laki bernama Teddy,” tambahnya.

“Saya usulkan, Bapak Prabowo secara kesatria, tegas dan meyakinkan, melepaskan diri dari lendotannya si Teddy,” jelasnya.

Amien juga meminta Prabowo untuk mengganti Teddy dengan sosok yang normal dan fokus bekerja untuk bangsa dan negara.

Dalam video singkat itu juga Amien Rais mengkritik sikap para pemuka agama yang diam melihat keganjilan hubungan tersebut.

“Ini keliru, karena moralitas dan akhlak itu sangat penting,”

Menurutnya, moralitas merupakan fondasi yang kokoh bagi negara, dan harus dijaga. Itu juga yang membedakan manusia dan binatang.

“Sesungguhnya saya ikut malu, membicarakan kedua orang ini. Saya khawatir, pemerintahan Prabowo, bubar di tengah jalan,” katanya.

Walau sempat naik ke kanal Youtube pribadi Amien Rais Official, kini video tersebut sudah hilang. Sayangnya, rekaman video itu sudah kadung viral di kalangan publik hingga memicu reaksi banyak kalangan. Salah satunya adalah Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari.

Qodari mengaku sangat prihatin dengan tingkah Ketua Majelis Syura Partai UMMAT, Prof Amien Rais. Di mana mantan Ketua Umum PAN sekaligus mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut menyebarkan narasi yang menurut penelusurannya adalah berbasis hoaks.

“Kok saya prihatin ya setelah melihat video pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Amien Rais sebagai tokoh sebagai akademisi sebagai profesor doktor telah menjadi korban dari hoax,” kata Qodari dalam sebuah video di Total Politik, Sabtu (2/5/2026).

Dalam narasi yang dilontarkan Amien Rais menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sebaiknya memecat Letkol TNI Teddy Indra Wijaya, karena selain kinerjanya, mantan Ketua MPR RI tersebut mengatakan jika Sekretaris Kabinet Merah Putih itu adalah LGBT (Gay).

“Karena dasar penilaian atau tudingan bahwa pak Seskab atau pak Teddy adalah Gay, itu adalah sebuah akun yang di dalamnya berisi lagu berjudul Aku Bukan Teddy, yang dianggap oleh yang menyanyi itu adalah ibu Titiek (Titiek Soeharto -red),” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran sumber lagu yang dijadikan rujukan Amien Rais tersebut, Qodari mengatakan bahwa itu bukan lagu yang dinyanyikan oleh Titiek Soeharto, melainkan hasil olahan AI yang digunakan untuk kepentingan hiburan, sekalipun ia menyebut tak menutup kemungkinan motif di balik lagu tersebut ada muatan politiknya.

“Padahal kalau kita nonton video lagu Aku Bukan Teddy itu jelas bahwa, satu yang nyanyi itu bukan bu Titiek, yang kedua gambar bu Titiek di situ adalah kompilasi atau kolase dari berbagai gambar yang sebetulnya tidak ada hubungan dengan lagu,” tandasnya.

“Bahkan saya lihat di akun aslinya ternyata di situ sudah dibilang disclaimer bahwa itu bukan asli, itu adalah kepentingan entertainment, ya walaupun mungkin punya motif politik ya,” sambung Qodari.

Oleh sebab itu, bos lembaga survey Indo Barometer tersebut mengingatkan agar masyarakat selalu mawas diri dan tidak mudah termakan oleh narasi hoaks di tengah perkembangan teknologi artificial intelligence (AI). Sebab, sekaliber Amien Rais pun pada akhirnya sampai membuat narasi yang ternyata basis informasinya adalah konten hoaks atau hasil rekayasa AI.

“Jadi ini contoh dari bahaya hoax dalam medsos, bahaya dari AI, bagaimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoaks. Jadi statemen dari Pak Amien Rais tentang Pak Teddy itu adalah dasarnya hoaks,” pungkas Qodari.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.