Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

CIC Nilai Negara Harus Fokus Kembangkan Energi Alternatif Demi Wujudkan Kedaulatan Nasional

Views
×

CIC Nilai Negara Harus Fokus Kembangkan Energi Alternatif Demi Wujudkan Kedaulatan Nasional

Sebarkan artikel ini
Insan Praditya Anugrah
Peneliti politik dan kebijakan negara CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial, Insan Praditya Anugrah.

KOMA.ID, JAKARTA – Peneliti politik dan kebijakan negara CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial, Insan Praditya Anugrah menyatakan bahwa energi alternatif harus dijadikan sektor strategis oleh negara. Hal tersebut dinilai penting demi terciptanya kedaulatan energi nasional.

“Alih-alih mewajibkan kendaraan listrik tanpa mempersiapkan energi alternatif, Indonesia perlu serius menempatkan sektor energi alternatif sebagai bagian dari strategi besar kedaulatan nasional. Ketergantungan pada bahan bakar fosil tidak hanya rentan terhadap fluktuasi harga global, tetapi juga membatasi ruang gerak kebijakan negara dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial, kata Insan pada Jumat (3/4/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

“Oleh karena itu, pengembangan bahan bakar alternatif seperti biodiesel, bioetanol, dan synthetic fuel atau bahan bakar buatan harus diposisikan sebagai sektor strategis yang mendapatkan dukungan penuh dari negara, baik melalui regulasi, insentif fiskal, maupun pembangunan infrastruktur pendukung,” sambungnya.

Insan menyatakan bahwa Indonesia harus memikirkan rantai industri energi alternatif dari hulu ke hilir. Selain bahan bakar alternatif, produksi massal panel surya juga harus dipikirkan supaya masyarakat bisa lebih mandiri secara energi, selain itu juga di sisi ekonomi menciptakan lapangan kerja baru.

“Langkah ini tidak bisa hanya berhenti pada aspek produksi energi semata, tetapi harus diintegrasikan dengan agenda industrialisasi nasional. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan rantai industri dari hulu ke hilir, termasuk dalam produksi massal komponen energi terbarukan,” ujar Insan.

“Dalam konteks ini, pengembangan industri manufaktur panel surya menjadi sangat krusial, karena tidak hanya mendukung transisi energi bersih, tetapi juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja serta penguatan basis industri dalam negeri,” imbuhnya.

Dengan fokus negara mengembangkan industri energi alternatif, negara memperkuat otonomi atas energi sampai ke tingkat rumahtangga dan komunitas. Diharapkan, Indonesia mencapai kemandirian energi sampai ke daerah-daerah yang jauh dari jangkauan pusat dan tidak lagi rentan terhadap volatilitas harga energi global.

“Pada akhirnya, strategi ini bermuara pada tujuan besar, yaitu kemandirian energi masyarakat. Dengan mendorong penggunaan panel surya secara luas dan terjangkau, negara dapat memperkuat otonomi energi di tingkat rumah tangga maupun komunitas,” tandasnya.

Hal ini menurut Insan bukan hanya sekadar soal efisiensi ekonomi, akan tetapi juga soal distribusi kekuasaan energi yang lebih merata, di mana masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sistem energi terpusat.

“Dengan demikian, pembangunan sektor bahan bakar alternatif dan energi terbarukan bukan sekadar pilihan teknokratis, melainkan keputusan politik strategis untuk memperkuat kedaulatan nasional di era transisi energi global,” pungkas peneliti CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial tersebut.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.