Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

136 Dapur MBG Ditutup Gegara Langgar Standar Pengolahan Pangan

Views
×

136 Dapur MBG Ditutup Gegara Langgar Standar Pengolahan Pangan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pegawai SPPG (dok. Istimewa)
Ilustrasi Pegawai SPPG (dok. Istimewa)

KOMA.ID, JAKARTA – Sebanyak 136 dapur program Makan Bergizi gratis (MBG) di Sulawesi Selatan (Sulsel) ditutup. Kebijakan tersebut dikarenakan mereka dinilai melanggar standar dasar pengolahan pangan.

Penutupan tersebut tertuang dalam surat bernomor 1221/D.TWS/03/2026 tertanggal 31 Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah adanya laporan dari koordinator regional terkait kondisi sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Silakan gulirkan ke bawah

Dalam laporan tersebut disebutkan, sebagian dapur belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan belum dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai ketentuan. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap kualitas makanan yang diproduksi.

“Ketidakhadiran SLHS maupun IPAL berpotensi mengganggu mutu, kandungan gizi, hingga keamanan pangan,” demikian bunyi keterangan dalam surat yang ditandatangani pejabat pengawasan wilayah terkait, Jumat (3/4/2026).

Sebagai tindak lanjut, penyaluran dana bantuan untuk SPPG yang terdampak dihentikan sementara. Pengelola dapur juga diminta segera merampungkan seluruh transaksi melalui virtual account dalam waktu 1×24 jam untuk periode operasional sebelum kebijakan ini berlaku.

Operasional baru bisa kembali dibuka jika pihak SPPG telah memperbaiki kekurangan dan melengkapi dokumen pendukung yang dipersyaratkan.

Sebelum kebijakan ini diberlakukan, persoalan ketiadaan IPAL sempat menuai protes warga di sejumlah daerah. Keluhan itu terutama berkaitan dengan dampak lingkungan dari aktivitas dapur.

Sebelumnya ditemukan ulat pada makanan yang disajikan untuk salah satu sekolah SMA Negeri di Makassar. Siswa yang menemukan ulat pada makanan kemudian mengabadikannya lewat kamera handphone dan video itu pun viral di media sosial.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.