Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Internasional

PM Malaysia Minta Iran – Isral – AS Lakukan Gencatan Senjata, Selesaikan Konflik Lewat Perundingan

Views
×

PM Malaysia Minta Iran – Isral – AS Lakukan Gencatan Senjata, Selesaikan Konflik Lewat Perundingan

Sebarkan artikel ini
Serangan Di Teheran
Serangan Militer Israel dan Amerika Serikat di Teheran, Iran.

KOMA.ID, JAKARTA – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menyampaikan penyesalannya atas tingkah Israel dan Amerika Serikat yang melakukan serangan pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dalam misi serangan udara pada hari Sabtu, 28 Februari 2026.

“Saya mengutuk tanpa syarat pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Tindakan ini menempatkan Timur Tengah di ambang ketidakstabilan yang serius dan berkepanjangan,” tulis Anwar Ibrahim dalam X pribadinya @anwaribrahim, Senin (2/3/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

Dalam peristiwa tersebut, Anwar Ibrahim menyampaikan belasungkawa kepada seluruh rakyat di Republik Islam Iran atas insiden pembunuhan yang dilakukan oleh pemimpin negara sekutu tersebut.

Menurut Ibrahim, situasi ini bisa semakin buruk karena bisa jadi serangan demi serangan yang tak terprediksi sangat terbuka lebar. Ia menduga kuat Iran akan melakukan serangan balik yang lebih besar setelah peristiwa tersebut.

Namun lebih dari itu, kesewenang-wenangan Amerika Serikat dan Israel yang berani membunuh pimpinan tertinggi sebuah negara akan menjadi preseden buruk di kemudian hari. Karena bisa jadi, apa yang dilakukan kedua negara sekutu itu akan menyasar ke kepala negara lainnya.

“Ancaman eksistensial jarang menghasilkan reaksi yang dapat diprediksi. Penargetan yang disengaja terhadap kepala negara menciptakan preseden berbahaya dan melemahkan norma dan prinsip yang mendasari tatanan internasional,” tegasnya.

Di dalam situasi ini, Anwar Ibrahim berharap Iran mau menahan diri untuk tidak melakukan tindakan yang semakin besar demi menekan potensi gejolak yang bisa memperburuk situasi global.

“Saya mendesak pihak berwenang Iran untuk menanggapi dengan menahan diri sepenuhnya. Malaysia sependapat dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh negara-negara terkait yang menyerukan semua pihak untuk mundur dari eskalasi lebih lanjut,” tuturnya.

Terlebih saat ini ada warga Malaysia yang berada di Iran maupun di kawasan negara Timur Tengah lainnya. Sehingga desakan ini menjadi relevan untuk dilakukan demi kepentingan warga negara Malaysia.

“Prioritas utama saya tetaplah kesejahteraan dan keselamatan warga Malaysia di Iran, negara-negara Teluk, dan Timur Tengah secara luas. Kepada seluruh warga Malaysia di wilayah yang terdampak, Pemerintah Anda mengambil setiap langkah yang mungkin untuk memastikan perlindungan Anda. Misi-misi kami telah diberi mandat dan sumber daya penuh untuk membantu Anda,” lanjut Anwar Ibrahim.

Di samping itu, Anwar Ibrahim juga menyampaikan bahwa Pemerintah Malaysia akan segera mengevaluasi dampak ekonomi dari konflik tersebut, termasuk risiko terhadap wilayah udara regional dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.

“Keamanan perdagangan dan energi Malaysia secara langsung terpengaruh, dan kami akan bertindak sebagaimana mestinya untuk melindungi kepentingan nasional kami,” tuturnya.

Dalam menyikapi potensi eskalasi global, Anwar Ibrahim menegaskan harapan dan desakannya agar semua pihak mau melucuti senjatanya dan menghentikan aksi saling serang dan saling membunuh satu sama lainnya. Selanjutnya, segera lakukan upaya diplomatik untuk menyelesaikan persoalan lintas negara di atas meja bersama.

“Malaysia menyerukan gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil, dan kembalinya dialog yang serius. Krisis ini tidak dapat diselesaikan dengan kekerasan. Hal ini membutuhkan diplomasi, pengendalian diri, dan kemauan politik,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.