Koma.id — PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) melakukan perombakan jajaran pimpinan perusahaan. Untung Budiharto ditetapkan sebagai Direktur Utama Antam, menggantikan Achmad Ardianto yang baru menjabat selama beberapa bulan.
Penunjukan Untung Budiharto diputuskan melalui mekanisme pemegang saham dan menjadi bagian dari restrukturisasi manajemen di tubuh BUMN pertambangan tersebut. Selain pergantian direktur utama, perubahan juga terjadi di level komisaris dan direksi lainnya.
Untung Budiharto dikenal sebagai mantan prajurit TNI yang pernah bertugas dalam Tim Mawar, satuan intelijen Kopassus pada era 1990-an. Latar belakang militernya kini beralih ke ranah korporasi, dengan tantangan memimpin salah satu BUMN strategis di sektor pertambangan dan mineral nasional.
Perubahan Jajaran Komisaris
Restrukturisasi juga menyentuh posisi komisaris utama. Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, Rauf Purnama, diberhentikan dengan hormat terhitung sejak 28 Oktober 2025. Posisi tersebut kemudian diisi oleh Irwandy Arif, yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Antam.
Pergantian ini dilakukan seiring evaluasi kinerja dan penyesuaian struktur pengawasan perusahaan agar selaras dengan kebutuhan strategis Antam ke depan.
Manajemen Tegaskan Tata Kelola
Direktur Pengembangan Usaha Antam, I Dewa Wirantaya, menyatakan bahwa perubahan struktur pengurus merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola yang baik atau good corporate governance.
“Perubahan ini dilakukan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku dan bertujuan memastikan kinerja perusahaan berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, restrukturisasi manajemen diharapkan dapat memperkuat fokus bisnis Antam, khususnya dalam pengembangan komoditas mineral strategis dan hilirisasi industri pertambangan nasional.
Fokus Keberlanjutan dan Kinerja
Sebagai BUMN strategis, Antam saat ini tengah menghadapi tantangan besar, mulai dari fluktuasi harga komoditas global hingga tuntutan peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi. Dengan kepemimpinan baru, perusahaan diharapkan mampu menjaga stabilitas operasional sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Manajemen Antam memastikan seluruh perubahan jabatan dilakukan sesuai ketentuan hukum dan tidak akan mengganggu kinerja operasional perusahaan yang tengah berjalan.










