Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Jelang Aksi 28 Agustus, Buruh Tegas Tolak Anarko

Views
×

Jelang Aksi 28 Agustus, Buruh Tegas Tolak Anarko

Sebarkan artikel ini
Jelang Aksi 28 Agustus, Buruh Tegas Tolak Anarko
Ilustrasi Aksi unras Buruh, Jakarta. (Foto: Koma.id/Andry Novelino)

Koma.id Menjelang aksi nasional buruh pada 28 Agustus 2025, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa gerakan tersebut murni perjuangan buruh dan bukan panggung kerusuhan.

Dalam seruannya, Iqbal meminta kelompok lain seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), mahasiswa, pelajar, maupun kelompok anarko untuk tidak ikut bergabung, apalagi menunggangi aksi buruh dengan tindakan provokatif.

Silakan gulirkan ke bawah

“Aksi 28 Agustus harus damai, tertib, tanpa kekerasan. Ini perjuangan suci, anti-kericuhan, anti-bullying! Kawan-kawan anarko, jangan coba-coba mengganggu aksi kami. Jika ada yang melakukan kekerasan, kami akan lawan,” tegasnya, Selasa (26/8).

Tuntutan Buruh

Aksi ini membawa enam tuntutan utama:

1. Kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5%–10,5%.

2. Stop PHK massal dan hapus outsourcing.

3. Reformasi pajak yang lebih adil bagi buruh dan rakyat.

4. Menolak revisi UU Ketenagakerjaan yang merugikan buruh.

5. Mendesak RUU Perampasan Aset segera disahkan.

6. Revisi UU Pemilu yang berpihak pada rakyat pekerja.

 

Pengamat: Jangan Biarkan Aksi Damai Ditunggangi

Kaprodi Magister Ilmu Kepolisian Universitas Airlangga, Prawitra Thalib, menegaskan bahwa kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional, namun harus dijaga dari infiltrasi kelompok yang ingin menciptakan kerusuhan.

“Unjuk rasa yang damai tak boleh ditunggangi pihak yang ingin membuat kerusuhan. Penyusupan seperti ini hanya akan merusak substansi aspirasi yang ingin disampaikan,” ujarnya.

Dengan latar belakang seruan tegas dari Said Iqbal dan dukungan publik yang menolak kelompok perusuh, aksi buruh pada 28 Agustus diharapkan dapat berlangsung kondusif dan menjadi momentum positif bagi perjuangan hak-hak pekerja.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.