Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Kesehatan

Kemenkes RI Serentak Luncurkan CKG Anak Sekolah di 12 Lokasi

Views
×

Kemenkes RI Serentak Luncurkan CKG Anak Sekolah di 12 Lokasi

Sebarkan artikel ini
Kemenkes RI Serentak Luncurkan CKG Anak Sekolah di 12 Lokasi
Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk anak sekolah dan remaja. (Foto/Dok.Kemenkes RI)

Koma.id Pemerintah Indonesia meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah-sekolah secara serentak, Senin (4/8). CKG dilaksanakan di 12 lokasi di berbagai daerah.

Peluncuran ini sebagai bagian dari upaya percepatan program hasil terbaik cepat Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada Kamis (31/7) menjelaskan bahwa cakupan program ini sangat luas, menyasar seluruh lapisan masyarakat, dimulai dari anak usia sekolah.

Silakan gulirkan ke bawah

Pengecekan kesehatan gratis menyasar pelajar dari jenjang SD hingga SMA sederajat, dengan jenis pemeriksaan yang disesuaikan dengan usia dan tingkat pendidikan. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di tujuh sekolah ini menjadi bagian dari tahapan awal implementasi program yang juga digelar di berbagai daerah.

Pelaksanaan CKG di sekolah dilakukan secara kolaboratif antara tenaga kesehatan di puskesmas dan tenaga pendidik di sekolah. Pemeriksaan mencakup status gizi, tekanan darah, mata, telinga, gigi, kesehatan mental, hingga kebugaran. Untuk SMP dan SMA, ditambahkan skrining anemia, talasemia, dan kesehatan reproduksi.

Program ini merupakan bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional yang kini semakin mengedepankan upaya promotif dan preventif. Dengan pendekatan ‘jemput bola’, pemerintah menargetkan lebih dari 53 juta siswa dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga pesantren di seluruh Indonesia.

Hasil CKG Akan Ditindaklanjuti

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono memastikan program cek kesehatan gratis (CKG) bagi pelajar tidak sebatas pemeriksaan saja. “Nanti kalau ada kelainan, kalau ada kelainan yang memang harus diobati, mereka (pelajar) bisa berobat ke puskesmas,” jelas Dante di SD Prestasi Global, Senin (4/7).

Jika pengobatan di puskesmas terbatas, program CKG juga dapat membantu pelajar dengan diagnosis tertentu dirawat di rumah sakit. Pada intinya, Dante menegaskan, program ini tidak hanya untuk memetakan hasil kesehatan pelajar di Indonesia.

“Kalau tidak bisa diatasi, nanti akan dirujuk ke rumah sakit. Jadi ini bukan sekedar pengumpulan data saja, tapi ada tindak lanjut dari hasil pemeriksaan kesehatan gratis di anak-anak sekolah ini,” ujar Dante.

Apalagi, program CKG bagi pelajar juga berbeda dengan cek kesehatan gratis edisi hari ulang tahun yang diluncurkan pada Februari 2025 lalu.

Program CKG bagi pelajar turut menyertakan imunisasi suntik vaksin Measles and Rubella (MR) dan Human Papillomavirus (HPV) untuk mencegah campak dan kanker serviks. Apalagi, kanker serviks disebut menjadi faktor risiko kematian wanita nomor dua di Indonesia.

“Jadi ada dua imunisasi yang kita kerjakan, MR dan HPV. MR-nya kelas 1 SD, HPV-nya kelas 5 SD. MR itu untuk measles dan rubella, sedangkan HPV untuk kanker serviks,” jelas Dante.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.