Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Analis Politik Anggap Rencana Munaslub Golkar Tepat

Views
×

Analis Politik Anggap Rencana Munaslub Golkar Tepat

Sebarkan artikel ini
Partai Golkar.
Partai Golkar.

KOMA.ID, JAKARTA – Jerry Massie menilai bahwa posisi Bahlil Lahadalia sebagai pucuk pimpinan di DPP Partai Golkar sudah tidak aman lagi. Hal ini disampaikan oleh direktur eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) setelah mendengar hembusan akan terjadi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada partai berlambang pohon beringin itu.

“Lebih cepat lebih baik dengan pencopotan dan pemakzulan Bahlil sebagai Ketua Umum Golkar,” kata Jerry Massie kepada wartawan, Kamis (31/7/2025).

Silakan gulirkan ke bawah

Ia menilai bhawa tanda-tanda Bahlil akan ditendang salah satunya setelah Prabowo dianggap kurang respect lagi terhadap Menteri ESDM tersebut saat mengantar Prabowo ke luar negeri beberapa waktu lalu, di mana Prabowo dianggapnya enggan berjabat tangan dengan bekas Ketua Umum HIPMI itu.

Di sisi lain dalam aspek preferensi politik, Jerry menilai bahwa Bahlil sebenarnya adalah loyalis Joko Widodo (Jokowi). Sehingga persoalan kesetiaan, Bahlil lebih cenderung akan all out dengan Jokowi ketimbang dengan bosnya saat ini, yakni Presiden Prabowo Subianto.

“Memang Bahlil ini paling setia ke Jokowi ketimbang sama Prabowo. Ada isu istana sudah menyetujui dia akan dilengserkan,” tuturnya,

Dalam kalkulasi politik, Jerry menilai bahwa kepastian apakah akan terjadi Munaslub atau tidak, kuncinya ada di 4 (empat) orang yang merupakan sesepuh Partai Golkar. Mereka antara lain Agung Laksono, Jusuf Kalla (JK), Aburizal Bakrie (Ical) dan Akbar Tanjung.

“Kalau mereka sudah setuju, maka Munaslub pasti dilakukan waktu dekat,” ujar Jerry.

Selain itu, Jerry Massie pun beranggapan bahwa Bahlil Lahadalia akan menjadi persoalan di tahun 2029 jika tidak segera diganti dari kursinya di Partai Golkar. Hal ini karena secara politik, Bahlil lebih cenderung tunduk pada Jokowi ketimbang Prabowo yang saat ini menjabat sebagai Presiden. Sementara kalkulasi politik, tentu seharusnya Golkar dikomando oleh sosok nasionalis yang pro pada Presiden definitif yang saat ini menjabat.

“Saya pikir Bahlil bakal menjadi batu sandungan 2029 jika tak diganti. Tetap saja hatinya pada Jokowi walaupun suara kencangnya ke Prabowo. Dia tetap akan mendukung Gibran 2029 bersama PSI. Harusnya Golkar dipimpin oleh Ketum tegak lurus mendukung Prabowo dan kebijakannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, dari aspek leadership atau kepemimpinan, Jerry menilai bahwa Bahlil sangat jauh kualitasnya ketimbang para pendahulu. Bahkan sepak terjang Bahlil yang cukup rutin blunder dalam berucap hingga persoalan skandar disertasinya di Universitas Indonesia (UI) juga bisa menjadi alat pelemah pada partai Golkar.

“Kualitas Bahlil memimpin Golkar jauh dengan senior-senior sebelumnya, ada Wahono, Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie, Harmoko, Sudharmono, Setya Novanto dan Airlangga Hartarto,” tukas Jerry.

“Dari 12 Ketum partai berlambang beringin ini, hanya Bahlil yang paling lemah, banyak bikin blunder dan gaduh dan asbun,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.