KOMA.ID, JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid mengatakan bahwa Polri dan masyarakat adalah satu kesatuan yang saling kebergantungan. Kedua entitas tersebut seharusnya menjadi mitra aktif dan strategis untuk memastikan Indonesia tetap aman dan kondusif.
“Mengapa Polri dianggap lembaga sipil, sebab Polri dan masyarakat itu adalah satu jiwa. Keduanya punya peran yang tidak bisa dipisahkan,” kata Habib Syakur kepada Koma.id, Sabtu (18/1).
Salah satu yang paling kecil adalah ketika masyarakat membutuhkan dokumen bukti berkelakuan baik atau SKCK untuk dokumen tambahan dalam mencari pekerjaan misalnya, maka masyarakat akan datang ke Polri. Kemudian, unit yang bertugas untuk menerbitkan SKCK akan memberikan pelayanan terbaik dan humanis kepada masyarakat.
Cak Imin Ajak Polri, Menag hingga Pemda Gercep Tindak Kekerasan Seksual di Pesantren : Mangkel Aku!
“Di sinilah pelayanan Polri sangat dirasakan oleh masyarakat. Ketika pedoman melayani, melindungi dan mengayomi dijalankan dengan baik, maka akan terjadi sinergitas antara rakyat dengan polisi kita,” tuturnya.
Oleh sebab itu, ia berharap rakyat dan polisi harus saling bersinergi, saling mendukung dan menguatkan satu sama lainnya. Masyarakat mendukung Kepolisian dalam mengabdi, dan Polri harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perlindungan.
Dewan Pers Minta Pemerintah Lakukan Diplomasi Bebaskan WNI dan Jurnalis yang Diculik Israel
“Saya rasa ini indah sekali jika Polri dan masyarakat hidup guyub dan saling menjaga. Rakyat dukung Polri, dan Polri bekerja dengan integritas dan hati nurani,” tandasnya.
“Insya Allah Indonesia jadi negara yang baldatun thoyyibatun warabbul ghafur,” pungkas Habib Syakur.













