Koma.id – Kabaharkam Polri Komjen Mohammad Fadil Imran menjamin Polri terus menjaga netralitas selama perhelatan Pemilu 2024. Hal ini diungkap Fadil menjawab munculnya tudingan ketidaknetralan Polri dan arahan untuk memenangkan paslon tertentu di pilpres.
Salah satu tudingan ketidaknetralan Polri disampaikan Wakil Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Henry Yosodiningrat. Ia sempat mengatakan ada arahan Kapolri untuk memenangkan salah satu paslon di pilpres. Info itu didapatnya dari WhatsApp.
Heboh “Sale Indonesia” hingga “Buang Rupiah”, Haris Moti: Tidak Membangun Kedaulatan Bangsa
Henry kemudian meminta klarifikasi Fadil di Baharkam Polri siang ini. Info tersebut kemudian dibantah Fadil kepada Henry.
Fadil lalu meminta masyarakat tak mudah percaya dengan hoaks yang beredar. Ia pun berharap publik mencari klarifikasi dari pihak berwenang terkait isu beredar.
“Saya kira masyarakat jangan terpengaruh informasi-informasi yang hoaks. Oleh sebab itu perlu klarifikasi, perlu mencari sesuatu hal, jangan mudah terpancing hoaks perlu komunikasi agar tidak terpancing dengan informasi yang salah dan menyesatkan,” kata Fadil usai menemui Henry di Baharkam Polri, Senin (12/2).
Lebih lanjut Fadil menegaskan Polri bersikap netral dalam Pemilu 2024. Netralitas Polri dalam pemilu diatur dalam Undang-Undang dan PP Polri.
“Kami tegaskan bahwa Polri netral. Sesuai dengan ketentuan UU dan akan kawal sampai dengan tuntas Pemilu 2024. Sehingga terpilih pemimpin nasional dan wakil kita di legislatif yang akan datang,” kata Fadil.
“UU Kepolisian Pasal 28 jelas. PP Polri tentang Polri tidak bisa berpolitik praktis juga sudah jelas. Kita semua ini dari zaman sekolahan sampai sekarang doktrin itu juga melekat dalam diri kita. Etika pengabdian kita sebagai insan Bhayangkara saya kira itu menjadi fondasi, etika kenegaraan kita juga menjadi pegangan buat kita semua,” imbuh dia.
Polri Tidak Antikritik
Meski informasi yang disampaikan Henry termasuk hoaks, Fadil memastikan tidak akan membawa kasus itu ke ranah hukum. Menurut Fadil, persoalan sudah selesai.
“Saya pikir persoalan sudah selesai,” ujar dia.
Di sisi lain, Fadil mengatakan Polri tak akan anti-kritik dari publik.
“Saya ingin ucapkan terima kasih atas masukan yang diberikan kepada Polri dari seluruh lapisan masyarakat. Kami Polri tidak anti-kritik dengan segala masukan tersebut. Dan tentunya masukan ini bisa menjadi bahan evaluasi institusi yang modern agar sesuai dengan harapan masyarakat,” tandas dia.












