Koma.id– Guncangan hebat mengguncang jalannya Pemilu 2024 saat sebuah video viral mencuat di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Video yang berjudul “Politik Uang oleh Caleg PDIP dan Paslon 03 Ganjar-Mahfud” menghebohkan jagat politik.
Dalam rekaman tersebut, seorang pria diduga menerima suap senilai Rp 50 ribu untuk mendukung calon legislatif dari PDIP dan pasangan nomor urut 3, Ganjar-Mahfud.
Dalam detik-detik pengunggah video menyertakan pengakuan seorang warga yang menggambarkan bagaimana suap tersebut diserahkan.
“Sore sekitar pukul 16.00, ketua RT 05 RW 09 Dino membagikan sebuah jilbab putih sama centong yang bertuliskan Ganjar dan dia bilang ada tambahannya, ini hanya awal saja,” ujar salah seorang lelaki dalam rekaman.
Merespons hal tersebut, Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud Md, Imam Priyono, secara diplomatis menegaskan bahwa pihaknya melarang segala bentuk politik uang.
“Tentunya kami melarang terjadinya politik uang dan mendorong demokrasi yang sehat, temuan ini kami persilahkan Bawaslu untuk mendalaminya,” kata Imam.
Sementara itu, Imam juga tidak lupa mengapresiasi partisipasi publik dalam mengawal Pemilu 2024.
“Kami mengapresiasi partisipasi publik dalam pemilu. Tapi, kita semua memang perlu teliti sehingga terhindar dari fitnah,” pungkasnya.







