Koma.id – Menjelang pesta demokrasi Pemilu 2024, segala upaya dilakukan untuk meminimalisir halangan yang ada, termasuk isu hoaks. Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan Prodi Jurnalistik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Kelas Cek Fakta sebagai bentuk kolaborasi kedua mereka dalam mendukung pesta demokrasi yang aman dan nyaman tanpa hoaks.
Acara yang diselenggarakan pada 5 Oktober 2023 ini, ditargetkan khusus untuk para pemilih muda yang mendominasi pemilu 2024 mendatang. Terbukti, dari keikutsertaan 100 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah dalam penyelenggaraan workshop ini.
“Peradaban perlu dibangun melalui kebenaran bukan pembenaran. Dan kebenaran perlu dicari dengan melakukan verifikasi. Oleh karena itu keterampilan cek fakta menjadi modal penting bagi para calon jurnalis yang akan mengawal kebenaran bagi publik. Mengingat setiap tahun politik kerap banyak konflik terjadi di masyarakat akibat maraknya berita hoaks,” tutur Gun Gun Heryanto, Dekan FDIKOM, saat membuka acara ini, Kamis (5/10/2023) di aula UIN, Ciputat.
Berdasarkan data dari Tim AIS Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, sebanyak 11.642 konten hoaks telah teridentifkasi dari Agustus 2018-Mei 2023. Jumlah tersebut bukanlah hal yang bisa diremehkan begitu saja. Perlu penanaman literasi yang kuat di seluruh jiwa masyarakat Indonesia, terkhusus para pemilih muda.
Yuli Setiyowati selaku Koordinator Wilayah Mafindo, menegaskan, hoaks adalah permasalahan yang harus dibasmi bersama oleh semua kalangan masyarakat.
“Butuh kolaborasi semua pihak untuk saling membahu membendung berita hoaks tersebar luas,” ujar Yuli.
Kaprodi Jurnalistik FDIKom, Bintan Humeira sangat optimis terhadap kolaborasi mereka dengan pihak Mafindo.
“Kami berharap, kegiatan ini dapat melahirkan para penggiat literasi anti hoaks dari mahasiswa sebagai intelektual sekaligus aktivis muda yang sebagian besar adalah pemilih pemula,” tutur Bintan.













