Koma.id — Beredar informasi di media sosial yang menyebut bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan mentransfer anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung ke rekening orang tua murid dengan nominal Rp300 ribu per bulan per siswa. Namun, klaim tersebut telah dibantah oleh pemerintah dan dinyatakan menyesatkan.
Informasi viral itu muncul dalam unggahan yang mengklaim bahwa penyaluran dana MBG akan diganti dengan transfer tunai ke rekening orang tua murid. Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa setiap anak akan mendapatkan Rp15.000 per hari atau total Rp300.000 per bulan yang dipegang langsung oleh orang tua untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Model itu disebutkan sebagai cara untuk memangkas rantai birokrasi dan memberi fleksibilitas kepada orang tua dalam mengatur kebutuhan makanan anak.
Pemeriksaan Fakta: Tidak Ada Kebijakan Resmi
Tim pemeriksa fakta dari Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim tersebut dengan mencari informasi terkait usulan Menkeu Purbaya mengenai penggantian program MBG dengan bantuan tunai. Hasil penelusuran menunjukkan tidak ada pernyataan resmi maupun rencana kebijakan semacam itu dari Kementerian Keuangan maupun Menkeu Purbaya.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, secara tegas menyatakan bahwa kabar mengenai penggantian atau penyaluran dana MBG langsung ke rekening orang tua murid adalah hoaks. Deni juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan kritis dalam menyikapi informasi di media sosial, terutama yang mengatasnamakan pejabat atau lembaga pemerintah.
Program MBG Tetap Berjalan Tanpa Uang Tunai
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah yang mendistribusikan makanan bergizi kepada peserta didik di sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan dan gizi anak. Program ini telah berjalan dengan anggaran besar dan menyentuh jutaan penerima manfaat. Misalnya, pada 2025, anggaran MBG telah terserap hingga miliaran rupiah dengan target menjangkau puluhan juta anak di berbagai wilayah Indonesia.
Imbauan Hati-hati pada Informasi Media Sosial
Pemerintah dan pihak terkait terus mengingatkan masyarakat bahwa era digital kerap menghasilkan informasi yang tampak meyakinkan namun tidak berdasarkan fakta. Hoaks semacam ini dapat menimbulkan kebingungan publik terkait kebijakan anggaran negara.
Dengan demikian, informasi yang menyebut bahwa Menkeu Purbaya akan mentransfer anggaran MBG langsung ke rekening orang tua murid tidak benar dan termasuk konten yang menyesatkan, dan publik diimbau untuk selalu mengecek kebenaran berita melalui kanal resmi pemerintah dan media kredibel.













