Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Garuda Indonesia Tegaskan Tidak Rekrut Wanita Penyamar Pramugari Batik Air

Views
×

Garuda Indonesia Tegaskan Tidak Rekrut Wanita Penyamar Pramugari Batik Air

Sebarkan artikel ini
Garuda Indonesia Tegaskan Tidak Rekrut Wanita Penyamar Pramugari Batik Air
Unggahan hoaks di media sosial yang klaim bahwa Garuda Indonesia telah merekrut wanita penyamar pramugari Batik Air. (Foto/Istimewa)

Koma.id Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama pihak Garuda Indonesia memastikan informasi yang menyebut seorang wanita yang viral karena menyamar sebagai pramugari Batik Air kemudian diterima bekerja sebagai pramugari di Garuda Indonesia adalah hoaks.

Kabar palsu tersebut muncul lewat sebuah unggahan di media sosial yang menampilkan foto seorang perempuan berdiri bersama seorang pria mengenakan jas sambil memegang sertifikat penerimaan kerja di maskapai Garuda Indonesia. Narasi menyertakan klaim bahwa pramugari gadungan yang mengenakan seragam Batik Air tersebut kini resmi menjadi awak kabin Garuda Indonesia.

Silakan gulirkan ke bawah

Manajemen Garuda Indonesia secara resmi membantah klaim ini. Head of Corporate Communications Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, menyatakan tidak ada hubungan antara perempuan yang viral itu dengan proses perekrutan di Garuda Indonesia. Menurutnya, maskapai belum membuka perekrutan awak kabin dan foto yang beredar tersebut merupakan hasil rekayasa teknologi artificial intelligence (AI).

“Konten tersebut dibuat menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Dicky kepada media, menegaskan bahwa informasi mengenai penerimaan perempuan tersebut sebagai pramugari Garuda Indonesia adalah tidak benar.

Pernyataan serupa juga dipastikan oleh tim cek fakta. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa foto klaim tersebut adalah hasil manipulasi digital dengan tingkat kepastian tinggi sesuai deteksi AI, dan tidak mencerminkan kejadian nyata tentang penerimaan pekerja di Garuda Indonesia.

Kasus ini berawal dari viralnya video dan foto seorang perempuan bernama Khairun Nisa (23) asal Sumatera Selatan yang pernah menyamar sebagai pramugari Batik Air dalam penerbangan dari Palembang ke Jakarta pada awal Januari 2026.

Nisa diamankan oleh petugas setelah kru pesawat mencurigai detail seragam yang dikenakannya tidak sesuai standar resmi Batik Air. Penyamarannya itu terjadi setelah dirinya menjadi korban penipuan lowongan kerja bernilai puluhan juta rupiah yang menjanjikan kelulusan sebagai pramugari.

Polisi mengungkap bahwa Nisa sebelumnya membayar uang kepada oknum yang menjanjikannya pekerjaan sebagai pramugari, namun janji itu tidak ditepati. Situasi itu yang kemudian memicu aksi penyamaran tersebut.

Penyebaran foto hasil AI-generated ini termasuk bagian dari fenomena berita hoaks yang sering muncul menumpang kasus viral dan menimbulkan persepsi publik yang keliru tentang identitas dan karier seseorang.

Kominfo mengingatkan masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi dari sumber resmi sebelum menyebarkan konten di media sosial.

 

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.