Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaHukumKesehatanNasional

Kemenkes Bantah Isu Mark Up Anggaran Alkes RSUD Krui Lampung

Views
×

Kemenkes Bantah Isu Mark Up Anggaran Alkes RSUD Krui Lampung

Sebarkan artikel ini
Kemenkes Bantah Isu Mark Up Anggaran Alkes RSUD Krui Lampung
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. (Foto / Istimewa)

Koma.id | Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan tidak ada penggelembungan atau mark up anggaran pengadaan alat kesehatan di RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Pesisir Barat, Lampung. Isu tersebut sebelumnya mencuat di media sosial setelah pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat peresmian RSUD Krui bersama Presiden Prabowo Subianto pada 10 Juni 2026.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa angka Rp30 miliar yang disebut Menkes bukan hanya untuk layanan hemodialisis, melainkan nilai total pengadaan alat kesehatan canggih bagi setiap RSUD yang masuk dalam Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC) atau Quick Win.

Silakan gulirkan ke bawah

Rincian Dukungan Alkes

“RSUD Krui sendiri mendapatkan bantuan sekitar Rp31,7 miliar tahun ini untuk pengadaan alat canggih tersebut. Angka ini bukan hanya untuk layanan HD,” ujar Aji dalam keterangannya, Minggu (21/06).

Ia menegaskan, potongan video pernyataan Menkes yang beredar di media sosial telah menimbulkan kesalahpahaman.

“Kami berharap masyarakat tidak termakan hoaks yang beredar seolah-olah Menkes melakukan penggelembungan harga,” tandasnya.

Kemenkes berharap penguatan fasilitas RSUD Krui dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Pesisir Barat. Dengan dukungan alkes senilai Rp56,7 miliar, pasien di wilayah tersebut diharapkan tidak perlu banyak dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialistik.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.