Koma.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menghindari pelatihan go digital di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, agar bisa memanfaatkan ruang usaha kreatif, Minggu (14/5/2023).
Menurut Sandi, gerakan go digital untuk mengedepankan ekonomi dan gerakan ini membutuhkan santri dan santriwati di usia yang produktif, karena santri adalah aset bangsa dan pondok pesantren merupakan institusi pendidikan yang sangat strategis dalam menciptakan talenta-talenta yang berakhlak, dengan konsep Islami.

“Dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar Insyaallah bisa hadirkan peluang peluang go digital. Kita harapkan silaturahim ini menghasilkan percepatan pembangunan bangsa yang tentunya mencapai Indonesia yang Baldatun Thoyyibatun Wa’robun Ghofur,” ujar Sandi.
Dengan mengembangkan gerakan go digital, harapannya ekonomi yang sekarang sedang tumbuh membuka peluang usaha dan lapangan kerja yang dapat menghadirkan banyak solusi.
“Di sinilah kita harapkan jika bisa go digital bukan kita mencari atau membuka lapangan kerja seluas-luasnya, tapi kita harus membangun ekonomi kreatif Indonesia karena ekonomi kreatif ini adalah ekonomi yang menciptakan 6 kali lipat lapangan kerja,” ujar Sandiaga.













