Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Hukum

Heboh Dugaan Pancabulan Santriwati di Ponpes Jember, Kiai dan Istri Saling Lapor Polisi

Views
×

Heboh Dugaan Pancabulan Santriwati di Ponpes Jember, Kiai dan Istri Saling Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini
Heboh Dugaan Pancabulan Santriwati di Ponpes Jember, Kiai dan Istri Saling Lapor Polisi
Ilustrasi pencabulan

Koma.id Seorang kiali di Jember, Jawa Timur dilaporkan ke Polisi oleh istrinya atas dugaan pemerkosaan terhadap sejumlah santriwatinya. Sang istri membawa bukti rekaman CCTV.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jember Iptu Dyah Vitasari menjelaskan, istri pelaku datang ke Mapolres Jember untuk mengadukan tingkah bejat suaminya.

Silakan gulirkan ke bawah

“Bu Nyai (istri Kiai) konsultasi, tanya ke bagian PPA Polres Jember. Beliau melakukan pengaduan, jika kiai disebut sering kalau malam memasukkan santrinya ke ruangan khusus berbentuk kamar atau ruang pribadi. Masuknya malam, keluarnya sekitar jam 1-3 dini hari,” terangnya di Mapolres Jember, Kamis (5/1/2023).

Ruangan khusus sang kiai terlapor pelaku perzinaan dan pemerkosaan itu berada di lantai dua bangunan pondok pesantren. Sedangkan kamar pribadi kiai dan sang istri berada di lantai satu.

“Untuk masuk ke kamar di lantai 2 itu menggunakan teknologi IT. Pintu masuk dipasangi alat khusus finger print, juga password tertentu sehingga sulit untuk masuk ke dalam ruangan itu,” jelas Vita, sapaan akrab Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jember itu.

Adapun sang istri tidak mengetahui password pintu masuk ruangan khusus yang sering digunakan sang suami beraktivitas itu.

“Bu Nyai tidak diberikan akses untuk bisa masuk ke dalam ruangan itu,” imbuh Vita, dikutip dari akun Instagram @platpemedia, Jumat (6/1/2023).

Sementara itu, di ruangan khusus tersebut dipasang kamera CCTV. Sehingga segala aktivitas di dalam ruangan tersebut terekam di memori CCTV.

Saat memutuskan melaporkan sang suami ke Mapolres Jember, perempuan pengasuh ponpes itu mengaku memiliki bukti rekaman CCTV yang menunjukkan tindak asusila sang suami terhadap santriwatinya.

“Bu Nyai ini menyampaikan, katanya menyimpan dan mengamankan rekaman video dari kamera CCTV yang ada di dalam kamar khusus itu. Sehingga segala aktivitas di dalam ruangan itu terekam dalam bentuk video,” papar Vita.

Berdasarkan rekaman kamera CCTV itulah, istri kiai melihat sejumlah aktivitas sang suami yang mengarah pada tindak perselingkuhan dan pemerkosaan.

“Katanya hal itu sudah berlangsung lama. Bu Nyai memiliki bukti rekaman video CCTV yang kemudian akan dipakai sebagai bukti untuk lapor ke polisi,” imbuhnya.

Kiai lapor balik istri

Sementara itu pengasuh Pondok Pesantren Al Djaliel 2 di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Muhammad Fahim Mawardi, akan melaporkan balik istrinya, Himmatul Aliyah, ke polisi terkait tuduhan pencabulan terhadap santriwati.

“Kalau nama saya yang dicemarkan itu tidak jadi soal, tapi kalau sudah namanya pondok, pesantren, namanya kiai juga kena, nah itu parah bagi kami dan kami tidak bisa diam, kami akan melakukan tuntutan pencemaran nama baik dan akan menuntut perlakuan tidak menyenangkan,” tegas Kiai Fahim, pada Sabtu (7/1/2023).

Kiai Fahim juga menegaskan bahwa berita yang ditulis di media tidak benar semuanya. Ia mengaku tidak pernah melakukan pencabulan kepada santriwati dan tidak pernah selingkuh dengan ustadzah ponpes.

Sementara, pihak Kepolisian Resor Jember terus memeriksa sejumlah saksi untuk membuktikan kebenaran laporan Himmatul Aliyah yang mengaku sering melihat suaminya, yakni Kiai Fahim mengajak masuk santriwati ke ruangan khusus hingga malam hari.

 

“Bu Nyai tidak diberikan akses untuk bisa masuk ke dalam ruangan itu,” imbuh Vita, dikutip dari akun Instagram @platpemedia, Jumat (6/1/2023).

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.