Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Hukum

Febrie Tak Diborgol dan Pakai Rompi Tahanan, Muannas : Bukti Hukum Masih Tak Setara

Views
×

Febrie Tak Diborgol dan Pakai Rompi Tahanan, Muannas : Bukti Hukum Masih Tak Setara

Sebarkan artikel ini
Muannas
Direktur eksekutif KPMH, Habib Muannas Alaidid.

KOMA.ID, JAKARTA – Pengacara Muannas Alaidid menanggapi penahanan terhadap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dengan menyoroti perlakuan aparat terhadap tersangka dalam proses hukum.

Melalui pernyataan singkatnya, Muannas menilai penegakan hukum seharusnya tetap mengedepankan asas kesetaraan di hadapan hukum (equality before the law). Menurutnya, perlakuan terhadap seorang tersangka tidak perlu disertai tindakan yang bersifat mempermalukan di hadapan publik.

Silakan gulirkan ke bawah

“Jangan diborgol, cukup tersangka tak pakai rompi, bukti hukum masih tak setara,” ujar Muannas Alaidid di akun X pribadinya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas penahanan Febrie Adriansyah yang tengah menjadi perhatian publik.

Muannas berpandangan, penggunaan borgol maupun atribut rompi tahanan bukanlah tolok ukur utama dalam proses penegakan hukum.

Yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan setiap orang memperoleh perlakuan yang sama sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

20260725 Eks Jampidsus Ditahan

Ia juga menyinggung masih adanya perbedaan perlakuan dalam proses hukum terhadap sejumlah tersangka pada berbagai perkara.

Karena itu, menurutnya, aparat penegak hukum perlu menjaga konsistensi agar prinsip kesetaraan di hadapan hukum benar-benar diterapkan tanpa membedakan latar belakang maupun jabatan seseorang.

Polemik mengenai perlakuan terhadap tersangka dalam proses penegakan hukum kembali menjadi sorotan publik menyusul penahanan Febrie Adriansyah. Sejumlah pihak berharap proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan tetap menghormati hak-hak setiap pihak sesuai prinsip negara hukum.

Saat ditanya awak media, Jamwas (Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan) Rudi Margono berdalih alasan terlalu malah mengapa Febrie tak dikenakan rompi pink tahanan Kejaksaan Agung.

“Kalau masalah rompi mohon maaf karena buru-buru juga sudah malam ya,” kata Rudi.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.