Koma.id– Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Muhammad Herindra, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah munculnya seruan aksi “Reformasi Jilid II” yang digaungkan aliansi BEM SI. Herindra tidak secara spesifik menanggapi rencana aksi tersebut, namun menegaskan pentingnya menjaga stabilitas nasional dan menghindari hal-hal yang dapat merugikan kepentingan bersama.
“Yang penting kita semua harus menjaga ya, persatuan-kesatuan. Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan lah bagi kita semua,” kata Herindra dikutip.
Seruan Reformasi Jilid II muncul setelah mahasiswa dari berbagai daerah meningkatkan konsolidasi nasional sebagai respons terhadap tekanan ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok, pelemahan nilai tukar rupiah, serta sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu mendapat perhatian.
Gerakan tersebut menguat setelah BEM SI Jawa Tengah memberikan tenggat waktu kepada pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.201 per dolar AS pada awal Juni 2026. Jika tuntutan itu tidak terpenuhi, mahasiswa mengancam menggelar demonstrasi besar bertajuk Reformasi Jilid II.
Sementara itu, Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyatakan pihaknya akan menggelar diskusi dan konsolidasi nasional guna menyikapi kondisi ekonomi dan demokrasi di era pemerintahan Prabowo Subianto.
Menanggapi tuntutan mahasiswa, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan pemerintah menghargai aspirasi tersebut dan terus berupaya mengatasi pelemahan rupiah melalui koordinasi kebijakan yang intensif.
“Dengan koordinasi yang erat, intens, dan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga hari ini memberi kepastian kepada para pelaku usaha,” katanya.







