Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Masih Tertahan di Rp17.280

Views
×

Nilai Tukar Rupiah Masih Tertahan di Rp17.280

Sebarkan artikel ini
Mata uang Rupiah
Rupiah mata uang resmi yang berlaku di Republik Indonesia. (Foto / Istimewa)

Koma.id – Nilai tukar rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) tercatat stagnan di level Rp17.280 per dolar AS pada Rabu (29/4/2026). Stabilitas ini terjadi setelah sebelumnya rupiah mengalami tekanan cukup kuat dalam beberapa pekan terakhir.

Meredanya tekanan terhadap mata uang Garuda dipengaruhi perkembangan geopolitik global, khususnya sinyal deeskalasi konflik di Timur Tengah. Iran dilaporkan mengajukan proposal perdamaian, sementara Amerika Serikat mendorong pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu urat nadi distribusi energi dunia.

Silakan gulirkan ke bawah

Tawaran tersebut mencakup kesepakatan sementara untuk mengaktifkan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, dengan syarat pencabutan blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat. Namun, Iran tetap menginginkan kendali atas lalu lintas pengiriman, yang berpotensi memicu tarik ulur negosiasi lanjutan.

Dari sisi pasar, meredanya tensi geopolitik ini memberikan sentimen positif terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah. Tekanan terhadap dolar AS juga sedikit berkurang seiring turunnya kekhawatiran lonjakan harga minyak global.

Meski demikian, pelaku pasar masih bersikap hati-hati. Penguatan rupiah dinilai masih terbatas karena faktor eksternal lain seperti tingginya suku bunga acuan Amerika Serikat dan arus modal global yang belum sepenuhnya kembali ke negara berkembang.

Sementara itu, Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valas serta penguatan instrumen moneter. BI juga menjaga likuiditas dan daya tarik aset domestik guna menahan volatilitas nilai tukar.

Analis menilai pergerakan rupiah ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan negosiasi geopolitik serta arah kebijakan moneter global. Jika tensi global terus mereda, rupiah berpeluang menguat secara bertahap. Namun, jika ketidakpastian kembali meningkat, tekanan terhadap rupiah bisa kembali muncul.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.