Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaHukumNasional

Mendikti Minta Unpad Percepat Pemeriksaan Dugaan Pelecehan Seksual Guru Besar

Views
×

Mendikti Minta Unpad Percepat Pemeriksaan Dugaan Pelecehan Seksual Guru Besar

Sebarkan artikel ini
Brian Yuliarto

Koma.id | Bandung – Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang guru besar Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad). Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Brian Yuliarto, meminta pihak kampus segera menuntaskan pemeriksaan secara transparan dan objektif.

“Ya, kami sudah memonitor kasus ini. Saya juga sudah berkomunikasi langsung dengan Rektor Unpad, dan tim Kemdiktisaintek sudah berkoordinasi dengan pihak kampus,” ujar Brian, Sabtu (18/04).

Silakan gulirkan ke bawah

Brian menekankan bahwa kampus harus menjadi ruang aman bagi seluruh sivitas akademika. “Prinsip kami jelas, kampus harus menjadi ruang yang aman. Karena itu, perlindungan dan pendampingan terhadap korban harus menjadi prioritas,” katanya.

Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menyatakan pihaknya telah menonaktifkan sementara dosen berinisial IY dari seluruh aktivitas akademik. Tim investigasi khusus dibentuk dengan melibatkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) serta unsur senat fakultas.

“Jika hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran, sanksi berat sesuai peraturan perundang-undangan akan dijatuhkan,” tegas Arief.

BEM Kema Unpad bersama BEM Fakultas Keperawatan menyatakan solidaritas penuh kepada korban. Mereka menolak segala bentuk pembiaran terhadap kekerasan seksual di lingkungan akademik dan mengimbau agar tidak terjadi victim blaming serta menjaga kerahasiaan identitas korban.

Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jawa Barat memastikan akan melakukan penyelidikan atas dugaan pelecehan tersebut. “Iya, akan lidik,” kata Direktur PPA Polda Jabar, AKBP Rumi Utari.

Kasus ini mencuat setelah tangkapan layar percakapan diduga bernada mesum antara dosen dan mahasiswi asing viral di media sosial. Dugaan pelecehan tersebut kini menjadi perhatian publik dan tengah ditangani secara serius oleh pihak kampus serta aparat penegak hukum.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.