Koma.id– Sejumlah pemuka agama di Makassar yang tergabung dalam kelompok Anti Provokator Nasional berencana melaporkan pihak pertama yang menyebarkan video ceramah Jusuf Kalla karena dinilai memicu polemik dan dugaan framing negatif.
Kelompok yang dipimpin Muchtar Daeng Lau ini menilai video yang beredar tidak utuh sehingga memunculkan provokasi di masyarakat. Mereka menegaskan JK adalah tokoh yang berperan besar dalam menjaga perdamaian di berbagai konflik nasional, serta menyampaikan tujuh tuntutan, termasuk kecaman terhadap penyebar video, ajakan menjaga toleransi, dan penegasan bahwa pernyataan JK bukan bentuk penistaan agama.
Sejumlah Titik di Jakarta Gelap Sabtu Malam
“Kita tahu bersama bahwa sosok Pak JK bukanlah tokoh sembarangan, beliau terlibat langsung dalam mendamaikan konflik baik di Ambon, Poso, ataupun di Aceh,” kata Muchtar saat konferensi pers di Warkop Pojok, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat (17/4/2026), dikutip
Di sisi lain, polemik ini juga bergulir ke ranah hukum setelah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia bersama Pemuda Katolik dan sejumlah ormas melaporkan JK ke kepolisian atas dugaan penistaan agama. Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, menyebut pelaporan dilakukan untuk mencegah polemik berkepanjangan.







