Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Konflik Timur Tengah Ganggu Pasok Plastik, Pemprov DKI Jaga Stabilitasi Harga

Views
×

Konflik Timur Tengah Ganggu Pasok Plastik, Pemprov DKI Jaga Stabilitasi Harga

Sebarkan artikel ini
Toko Plastik 1
Konflik geopolitik Timur Tengah berdampak terhadap kenaikan harga plastik turut dirasakan oleh pelaku usaha di Jakarta. (Foto / Istimewa)

Koma.id Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah berdampak langsung terhadap kenaikan harga plastik di pasar global, yang turut dirasakan oleh pelaku usaha di Jakarta.

Dalam keterangan resminya pada 9 April 2026, Pemprov DKI Jakarta menyebut kenaikan harga plastik menjadi keluhan nyata, terutama bagi pelaku usaha makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan plastik sebagai kebutuhan operasional harian.

Silakan gulirkan ke bawah

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lonjakan harga plastik mulai terjadi sejak akhir Maret 2026, bertepatan dengan pecahnya konflik di Iran, dan terus berlanjut hingga awal April. Kenaikan ini berlangsung cukup cepat dan dalam beberapa kasus bersifat fluktuatif mengikuti distribusi barang.

Secara umum, harga plastik di Jakarta mengalami kenaikan di kisaran 30 hingga 40 persen. Adapun rincian temuan di lapangan antara lain:

1. Seluruh jenis plastik, seperti kantong kresek, plastik kemasan makanan/minuman (PET), dan plastik PE, mengalami kenaikan harga di seluruh wilayah.

2. Kantong kresek naik signifikan sekitar 40 persen menjadi Rp17.000 per pak, dengan kenaikan tertinggi di Jakarta Utara dan terendah di Jakarta Selatan.

3. Plastik kemasan makanan/minuman (PET) mengalami kenaikan rata-rata sekitar 35 persen menjadi Rp22.000 per pak, dengan lonjakan tertinggi di Jakarta Barat

4. Plastik PE naik sekitar 30 persen menjadi Rp21.000 per pak, dengan kenaikan signifikan di Jakarta Barat, sementara Jakarta Selatan relatif lebih stabil.

5. Secara wilayah, Jakarta Barat dan Jakarta Utara mencatat kenaikan harga lebih tinggi dibanding wilayah lainnya.

6. Kenaikan harga ini mengindikasikan adanya tekanan pada sisi pasokan dan distribusi, serta kemungkinan peningkatan permintaan di pasar.

 

Dampak Konflik Timur Tengah pada Rantai Pasok

Dinas PPKUKM menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik erat kaitannya dengan ketergantungan industri plastik global terhadap kawasan Timur Tengah sebagai pusat produksi petrokimia dunia.

Konflik geopolitik di kawasan tersebut, termasuk potensi gangguan distribusi seperti penutupan Selat Hormuz, dinilai mengganggu rantai pasok bahan baku plastik secara global.

Wilayah Timur Tengah diketahui menjadi produsen utama berbagai jenis resin plastik seperti Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), Polyethylene Terephthalate (PET), dan Polystyrene (PS). Keempat bahan ini merupakan komponen utama dalam produksi plastik sehari-hari, termasuk:

– PP untuk gelas plastik minuman (cup es, kopi, jus)

– PS untuk styrofoam dan kemasan sekali pakai

– PE untuk kantong plastik dan pembungkus

– PET untuk botol minuman kemasan

 

Dinas PPKUKM menegaskan bahwa pelaku UMKM di Jakarta sangat bergantung pada rantai pasok global tersebut. Saat ini, produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 40 persen kebutuhan bahan baku plastik nasional, sementara sisanya, sekitar 60 persen, masih bergantung pada impor.

Impor tersebut sebagian besar berasal dari negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar, serta negara Asia lainnya seperti Korea Selatan dan Singapura.

Upaya Stabilisasi Harga

Menanggapi kondisi tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga plastik dan menahan laju inflasi daerah.

“Sesuai arahan Gubernur, kami akan menjaga stabilisasi harga bahan baku plastik di Jakarta, serta fokus menahan laju inflasi, khususnya dari sektor pangan dan kebutuhan dasar masyarakat,” demikian keterangan Dinas PPKUKM.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat monitoring harga di tingkat pasar dan distributor guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar. Koordinasi dengan pelaku usaha dan distributor juga akan ditingkatkan untuk memastikan ketersediaan barang tetap terjaga di lapangan.

Langkah ini juga dilakukan sebagai antisipasi terhadap dampak lanjutan kenaikan harga plastik terhadap harga makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat luas.

Dinas PPKUKM menegaskan bahwa intervensi ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama bagi pelaku usaha kecil yang sangat rentan terhadap fluktuasi harga bahan baku.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.