KOMA.ID, JAKARTA – Guru Besar Antropologi Hukum, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Prof Sulistyowati Irianto mengatakan bahwa apa yang dialami oleh Andrie Yunus adalah potret bagaimana generasi muda Indonesia akan terancam jika kritis.
Bahkan lebih parah lagi ketika serangan itu malah dianggap sebagai operasi yang dilakukan oleh negara, sebagai state actor. Maka ancaman tersebut jelas menjadi sangat serius.
“Serangan terhadap Andrie Yunus adalah kekerasan oleh negara terhadap anak muda,” kata Prof Sulis dalam keterangan virtualnya, Selasa (31/3/2026).
Oleh sebab itu, kasus Andrie Yunus jangan sampai terombang-ambing dan tidak cepat dituntaskan oleh aparat penegak hukum. Agar iklim demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia tidak tercederai secara berlanjut karena lambat dan tidak transparannya proses penanganan hukum dalam kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS itu.
Terlebih ketika kasus ini tidak juga cepat dituntaskan, maka akan menjadi preseden buruk, hingga memunculkan ketakutan yang luar biasa bagi generasi muda untuk bersikap dan bersuara. Padahal peran pemuda dianggapnya sangat penting untuk kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di masa mendatang.
“Kekerasan ini tidak boleh dibiarkan, karena anak mudalah yang selalu menjadi motor gerakan sosial. Anak mudalah yang selalu menyuarakan mereka yang suaranya sering tidak didengar,” ucapnya.













