Koma.id– Ketua Badan Pengurus KontraS, Indria Fernida, mengungkap kondisi terkini Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) selama lebih dari dua pekan pasca penyiraman air keras. Andrie masih membutuhkan penanganan medis khusus, terutama pada bagian mata dan luka bakar yang cukup serius.
“Kondisi Andrie sudah lebih dari dua minggu masih di high care unit, perawatannya melekat dan intensif untuk mata dan luka bakar. Tidak bisa dijenguk oleh siapa pun kecuali keluarga, karena kekhawatiran atas infeksi dan hal lainnya,” ujar Indria Fernida, saat rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi III DPR.
Ia menambahkan bahwa kondisi korban masih memprihatinkan meski informasi yang beredar di publik terbatas.
Sementara itu Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyampaikan terdapat rembesan air keras pada bagian mata yang terlambat teridentifikasi tim dokter RS Ciptomangunkusumo. Akibat dari perbuatan prajurit TNI itu bisa membuat Andrie cacat permanen alias selamanya tak bisa melihat.
“Bagian matanya itu ada rembesan air keras yang kemarin terlambat diidentifikasi oleh tim dokter RSCM. Efeknya bisa, yang paling fatal adalah cacat permanen, dia tidak bisa melihat dengan utuh,” tandasnya.







