Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

YLBHI Duga TNI Sedang Putus Informasi Mata Rantai Komando Penyerang Andrie Yunus di BAIS

Views
×

YLBHI Duga TNI Sedang Putus Informasi Mata Rantai Komando Penyerang Andrie Yunus di BAIS

Sebarkan artikel ini
Isnur Ylbhi
Ketua YLBHI, Muhammad Isnur dalam podcast Bocor Alus Politik Tempo.

KOMA.ID, JAKARTA – Ketua Umum YLBHI untuk periode 2022-2026, Muhammad Isnur menegaskan bahwa dalam setiap operasi militer apa pun, selalu ada mata rantai komando. Karena hal itu sudah menjadi doktrin yang terpatri dalam institusi di TNI.

“Dalam doktrin militer baik Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI, undang-undang TNI, semua mengatakan prinsip yang satu hal, tidak boleh ada indisipliner di luar perintah, semua harus berdasarkan perintah dan komando,” kata Isnur dalam podcast Bocor Alus Politik Tempo yang tayang Sabtu (28/3/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

Bahkan dalam pengalaman dan temuan yang ada, baik oleh KontraS maupun YLBHI, semua operasi apa pun yang dilakukan oleh militer, termasuk di Badan Intelijen Strategis, seluruhnya berdasarkan perintah dan instruksi jelas dari pimpinan di setiap jenjang dan level.

“Dan dalam pengalaman temuan KontraS, temuan YLBHI, semua operasi-operasi intelijen itu berbasis ada struktur komando yang sampai levelnya tinggi,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Isnur menegaskan bahwa patut diduga sangat kuat, bahwa aksi penyiraman air keras berupa cairan asam kuat yang dilancarkan kepada Andrie Yunus pada hari Kamis, 12 Maret 2026 malam di kawasan Salemba, Jakarta Pusat tersebut, adalah aksi teror berbasis komando dari internal Badan Intelijen Strategis TNI.

Sementara itu, pada hari Rabu, 25 Maret 2026, Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo tiba-tiba menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI. Situasi itu malah semakin memperuncing kecurigaan bagi Isnur, apa yang sedang dilakukan oleh TNI dalam kasus Andrie Yunus tersebut.

“Jadi dari dua pola ini ada jejak, setiap ada upaya menghilangkan jejak pasti ada jejak yang tertinggal. Nah, pertanyaannya, jejak apa yang sekarang hendak dihilangkan ditinggalkan atau dihapus dari Andrie Yunus,” tegasnya.

Ditambah lagi di awal-awal penanganan kasus penyiraman air keras tersebut, PUSPOM TNI melakukan konferensi pers di waktu yang berdekatan dengan kegiatan konferensi pers dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Di mana dalam konferensi pers PUSPOM TNI tersebut, mereka mengklaim telah menangkap dan menahan 4 orang anggota TNI dari 2 (dua) matra, yakni TNI AL dan TNI AU yang menjadi BKO (Bawah Kendali Operasi) di Badan Intelijen Strategis.

Keempat orang yang disebut oleh Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Yusri Nuryanto, di antaranya ; NDP, SL, BHW, dan ES.

“Bagi kami ketika misalnya ada upaya konferensi pers di jam atau waktu yang sama ketika Polda Metro Jaya melakukan konferensi pers, kami bertanya-tanya, ini apa maksudnya gitu, dengan mendahului menyebut 4 nama dan bilang sudah diserahkan dan ditahan,” tukas Isnur.

Dengan demikian, kecurigaan bahwa sedang ada agenda khusus dari TNI untuk mengaburkan penanganan kasus penyiraman air keras kepada Andrie Yunus justru semakin kuat. Salah satu indikasinya adalah memotong informasi mata rantai komando terhadap para eksekutor lapangan untuk mencelakai dan diduga kuat ingin membuat Andrie Yunus tewas dalam misi penyiraman cairan asam kuat itu di tubuh BAIS TNI.

“Bagi kami ini pertanyaan besar, apakah ini adalah upaya untuk melokalisir kepada hanya empat pelaku saja, dan memutus mata rantai komando yang harusnya terjadi dan senantiasa ada dalam struktur operasi militer,” tandasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.