Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Operasi Ketupat Hari ke 9 Aman, Polri Hentikan Sistem One Way Nasional

Views
×

Operasi Ketupat Hari ke 9 Aman, Polri Hentikan Sistem One Way Nasional

Sebarkan artikel ini
One Way
Ilustrasi rekayasa one way di ruas jalan tol. (Foto / Istimewa)

Koma.id Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 hingga hari kesembilan dipastikan berjalan aman dan kondusif. Kepolisian menyebut tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu stabilitas keamanan selama periode arus mudik Lebaran tahun ini.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, mengatakan kondisi lalu lintas secara umum sudah mulai landai dan terkendali.

Silakan gulirkan ke bawah

“Arus lalu lintas saat ini landai dan terkendali, sehingga rekayasa one way dihentikan,” ujarnya.

Seiring kondisi tersebut, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menghentikan penerapan sistem satu arah (one way) nasional. Arus kendaraan kini kembali diberlakukan normal dua arah di sejumlah ruas utama.

 

Arus Lalu Lintas Melandai

Berdasarkan data kepolisian, volume kendaraan yang keluar dari Jakarta melalui empat gerbang tol utama tercatat sebanyak 48.440 unit, turun sekitar 13,86 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, arus kendaraan yang masuk ke Jakarta mencapai 20.519 unit atau turun 56,42 persen.

Penurunan volume kendaraan ini menjadi indikator bahwa puncak arus mudik telah terlewati dan kondisi lalu lintas mulai kembali normal.

 

260 Kecelakaan, 15 Orang Meninggal

Meski situasi secara umum kondusif, Polri mencatat masih terjadi ratusan kecelakaan lalu lintas. Dalam periode 20–21 Maret 2026, tercatat 260 kejadian kecelakaan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 orang meninggal dunia, 25 orang mengalami luka berat, dan 272 orang mengalami luka ringan. Total kerugian materiil mencapai Rp695,7 juta.

Angka ini menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan masih menjadi tantangan utama selama periode mudik.

 

Fokus Bergeser ke Arus Balik dan Libur Lebaran

Polri menyebut fokus pengamanan kini beralih ke rangkaian Hari Raya Idulfitri, mulai dari malam takbiran, pelaksanaan salat Id, hingga pengamanan lokasi wisata.

Selain itu, kepolisian juga mengantisipasi potensi lonjakan mobilitas pasca-Lebaran, termasuk aktivitas halal bihalal dan kunjungan ke objek wisata.

Untuk mengurai potensi kepadatan saat arus balik, masyarakat diimbau memanfaatkan kebijakan diskon tarif tol yang berlaku pada 26–27 Maret 2026 serta mengatur waktu perjalanan dengan baik.

 

Rekayasa Lalu Lintas Tetap Dinamis

Meski sistem one way nasional telah dihentikan, Polri menegaskan bahwa kebijakan rekayasa lalu lintas akan tetap bersifat dinamis dan dapat diberlakukan kembali sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan.

Langkah ini diambil untuk memastikan arus balik Lebaran 2026 tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.