Koma.id– Pemerintah sudah menyiapkan kebijakan penghematan energi dengan mendorong penerapan work from home (WFH) pasca Lebaran, menyusul lonjakan harga minyak dunia akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Langkah ini diambil guna meningkatnya tekanan global terhadap pasokan dan harga energi yang berdampak pada konsumsi bahan bakar dalam negeri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan WFH akan diberlakukan bagi aparatur sipil negara (ASN) serta diimbau untuk diikuti oleh sektor swasta, khususnya perusahaan yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik.
Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa tidak semua sektor usaha dapat menerapkan sistem kerja jarak jauh. Sektor-sektor yang bersinggungan langsung dengan pelayanan publik tetap diwajibkan beroperasi secara normal guna menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.
Di kesempatan terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa kebijakan WFH juga akan diterapkan secara selektif pada bidang usaha tertentu yang memungkinkan pelaksanaan kerja dari jarak jauh.







