Koma.id | Jakarta – Prospek harga emas sepanjang 2026 diperkirakan tidak akan setinggi prediksi sebelumnya. Bank investasi asal Amerika Serikat, JP Morgan, memangkas target kenaikan harga logam mulia tersebut karena menilai permintaan dari sejumlah sektor utama tidak sekuat perkiraan awal.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (04/07), JP Morgan kini memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 4.300 per ons troi pada kuartal III 2026 dan naik menjadi US$ 4.500 per ons troi pada kuartal IV 2026. Angka ini jauh lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya yang sempat menyebut harga emas berpotensi menembus US$ 6.000 per ons troi pada akhir tahun.
JP Morgan menilai risiko terhadap proyeksi harga emas cenderung mengarah ke penurunan. Salah satu faktor utama adalah kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga lebih cepat apabila data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan penguatan. Suku bunga tinggi menjadi penghambat bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sehingga investor cenderung beralih ke aset lain.
Meski JP Morgan menurunkan proyeksi, HSBC tetap melihat peluang kenaikan harga emas hingga akhir 2026. Menurut analisis HSBC, permintaan untuk diversifikasi portofolio, pembelian oleh bank sentral, serta arus masuk dana ke exchange-traded fund (ETF) akan menjadi penopang utama.
“Permintaan untuk diversifikasi portofolio, pembelian bank sentral, dan arus masuk ETF yang stabil terus mendukung pandangan positif kami terhadap emas,” tulis HSBC dalam analisisnya.
Chief Precious Metals Analyst HSBC, James Steel, menambahkan permintaan emas dari China tetap kuat. Premi Shanghai Gold Exchange berada di sekitar US$ 20, menunjukkan tingginya minat domestik, terutama dari institusi keuangan. Bank Sentral China juga tercatat membeli 8,1 ton emas pada periode pelaporan bulan lalu.
Selain emas, JP Morgan juga memperbarui proyeksi logam mulia lainnya:
- Perak diperkirakan berada di kisaran US$ 60–65 per ons troi.
- Platinum diperkirakan mencapai US$ 1.800 per ons troi pada akhir 2026 dan naik menjadi US$ 1.950 pada 2027.
- Paladium diperkirakan berada di level US$ 1.350 per ons troi pada akhir 2026 dan rata-rata US$ 1.300 sepanjang 2027.








