Koma.id– Rencana pengadaan 105.000 unit mobil pikap senilai Rp24,66 triliun dari India untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih oleh PT Agrinas Pangan Nusantara terus dikritisi. Sejumlah pihak menilai kebijakan impor kendaraan niaga dalam jumlah besar tersebut berpotensi memukul industri otomotif nasional dan tidak mendorong pergerakan ekonomi domestik.
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana impor tersebut. Mengingat, langkah itu dapat mematikan industri otomotif dalam negeri yang selama ini telah memiliki kapasitas produksi kendaraan niaga.
Penolakan serupa juga datang dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dengan mengatakan pihaknya telah menyampaikan pesan kepada pemerintah agar proses impor tidak dilanjutkan sebelum ada pembahasan lebih lanjut di tingkat kepala negara.
Menurut Dasco, kebijakan strategis bernilai puluhan triliun rupiah tersebut perlu dikaji secara komprehensif, terutama menyangkut dampaknya terhadap industri nasional dan penggunaan anggaran. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan persoalan baru di sektor ekonomi dan industri.
Rencana impor 105 ribu kendaraan niaga itu disebut-sebut akan digunakan untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih. Namun, besarnya nilai proyek dan potensi dampaknya terhadap industri otomotif dalam negeri menjadi perhatian utama berbagai pihak.
Masa Depan Bea Cukai Bisa Digantikan AI







